Timika, Torangbisa.com — Kepolisian masih terus mendalami kasus pembunuhan terhadap seorang warga berinisial NYR yang terjadi pada Rabu (9/9/2026) malam di Jalan Kelimutu, belakang Kos Warna Warni, Kabupaten Mimika, Papua Tengah.
Kapolsek Mimika Baru AKP Boby Pratama Putra, S.T.K., mengatakan hingga saat ini penyidik masih melakukan pendalaman terhadap sejumlah informasi yang diperoleh dari para saksi maupun aktivitas korban sebelum kejadian.
“Untuk sampai saat ini masih belum banyak pengembangan. Namun kami sudah mengurut ada beberapa saksi yang menyatakan bahwa sebelum kejadian korban masuk kerja, kemudian ada yang melihat korban diantar seseorang. Itu masih kita dalami semuanya,” ujar Boby, Jumat (18/9/2026).
Polisi juga tengah mengumpulkan rekaman kamera pengawas atau CCTV dari sejumlah lokasi yang biasa dilalui maupun menjadi tempat aktivitas korban.
CCTV tersebut di antaranya berasal dari tempat kerja korban dan lokasi yang biasa digunakan korban untuk berolahraga. Rekaman tersebut diharapkan dapat membantu polisi mengungkap rangkaian aktivitas korban sebelum kejadian sekaligus menemukan petunjuk mengenai keberadaan pelaku.
“Masih mengambil CCTV-CCTV di tempat-tempat yang sering atau biasa dilalui atau tempat aktivitas korban, seperti tempat pekerjaan, kemudian ada juga di tempat biasanya korban olahraga,” jelasnya.
Meski sejumlah informasi telah dikumpulkan, polisi hingga kini belum dapat mengidentifikasi pelaku.
“Untuk menjurus ke pelakunya masih belum bisa kita identifikasi sampai saat ini,” kata Boby.
Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi juga belum menemukan barang yang terindikasi kuat merupakan milik pelaku. Sejauh ini, barang-barang yang ditemukan dan teridentifikasi merupakan milik korban.
Sementara itu, sepeda motor dan telepon seluler milik NYR hingga kini belum ditemukan. Polisi menduga kedua barang tersebut dibawa dan masih dikuasai oleh pelaku.
“Kalau untuk diduga milik pelaku belum ada, belum ada terindikasi milik pelaku. Namun sudah jelas milik korban motor dan HP itu semua dikuasai oleh pelaku,” ungkapnya.
Dalam proses penyelidikan, polisi telah meminta keterangan dari sekitar empat orang saksi. Mereka terdiri dari teman dekat korban, tetangga, serta saudara korban.
Keterangan para saksi tersebut masih terus didalami untuk menyusun rangkaian peristiwa sebelum hingga setelah korban ditemukan meninggal dunia.
Boby menegaskan, pihaknya masih melakukan penanganan secara serius untuk mengungkap kasus tersebut dan menemukan pelaku.
“Kita tetap penanganan serius terhadap peristiwa ini, jangan sampai pelakunya semakin jauh atau semakin susah nanti kita temukan,” pungkasnya.

















