TIMIKA, (Torangbisa.com) – Ketua Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kabupaten Mimika, Ustadz Joko Prianto, menegaskan bahwa PHBI tidak terlibat dalam proses penyaluran hewan kurban bantuan Presiden Republik Indonesia, Gubernur Papua Tengah, maupun Bupati Mimika pada perayaan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Penegasan tersebut disampaikan menyusul adanya pertanyaan dari sejumlah masyarakat terkait mekanisme pembagian hewan kurban bantuan pemerintah di Kabupaten Mimika.
“Perlu kami sampaikan kepada masyarakat bahwa PHBI Kabupaten Mimika tidak terlibat dalam proses penyaluran hewan kurban bantuan Presiden, Gubernur Papua Tengah maupun Bupati Mimika tahun 2026. Mulai dari proses awal hingga pembagiannya kepada masyarakat, seluruhnya dilaksanakan oleh pemerintah daerah melalui dinas terkait,” ujar Ketua PHBI Mimika, Ustadz Joko Prianto, Jumat malam (29/5/2026).
Meski tidak terlibat dalam proses tersebut, PHBI menyambut baik dan mengapresiasi perhatian pemerintah kepada masyarakat melalui bantuan hewan kurban yang disalurkan dalam momentum Idul Adha.
Menurut Joko, esensi kurban tidak hanya terletak pada penyembelihan hewan, tetapi juga pada nilai-nilai kepedulian, kebersamaan, dan semangat berbagi kepada sesama.
“Kami berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat, keberkahan, dan kebahagiaan bagi masyarakat Kabupaten Mimika yang menerima. Semoga nilai-nilai pengorbanan dan keikhlasan yang terkandung dalam ibadah kurban semakin mempererat persaudaraan di tengah masyarakat,” katanya.
Ia juga mengimbau Dewan Kemakmuran Masjid (DKM), pengurus masjid, dan masyarakat agar tidak terjadi kesalahpahaman mengenai peran PHBI dalam penyaluran hewan kurban bantuan pemerintah tersebut.
“Kami mengajak seluruh umat Islam dan masyarakat Mimika untuk terus menjaga ukhuwah Islamiyah, memperkuat silaturahmi, serta mengedepankan tabayun dalam menerima setiap informasi. Perbedaan tugas dan kewenangan hendaknya tidak menjadi alasan untuk menimbulkan prasangka atau perpecahan,” ujarnya.
Joko menambahkan, Idul Adha seharusnya menjadi momentum memperkuat persatuan, menumbuhkan kepedulian sosial, dan membangun kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat.
“Yang terpenting adalah bagaimana semangat kurban dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat serta menjadi sarana memperkuat persaudaraan dan harmoni di Kabupaten Mimika,” tutupnya.



















