Timika, Torangbisa.com – Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Mimika resmi membuka kegiatan Pelatihan Kepemimpinan Pemuda Tahun 2026.
Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Kanguru Mimika, Senin (5/10/2026), dan dibuka secara resmi melalui pemukulan tifa oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Mimika, Drs. Ananias Faot, M.Si., yang mewakili Bupati Mimika.
Dalam sambutan Bupati Mimika yang dibacakan Ananias Faot, pemerintah daerah menegaskan pentingnya pembangunan kapasitas generasi muda sebagai bagian dari upaya mempersiapkan pemimpin masa depan Kabupaten Mimika.
Menurutnya, pemuda merupakan aset bangsa sekaligus kekuatan strategis dalam menentukan arah pembangunan daerah.
“Pemuda tidak boleh hanya menjadi penonton dalam proses pembangunan, tetapi harus tampil sebagai pelaku, penggerak, serta mitra pemerintah dalam menciptakan perubahan bagi masyarakat,” demikian pesan Bupati dalam sambutan yang dibacakan Ananias.
Ia mengatakan, kepemimpinan pemuda tidak cukup hanya dibangun melalui kemampuan intelektual. Seorang pemimpin juga harus memiliki integritas, moralitas, kreativitas, kemampuan berkomunikasi serta keberanian dalam mengambil keputusan yang tepat.
Karena itu, pelatihan kepemimpinan dinilai menjadi salah satu langkah penting untuk membekali generasi muda agar mampu menghadapi berbagai tantangan pembangunan di masa mendatang.
“Pengembangan kepemimpinan menjadi perhatian bersama. Kita perlu mempersiapkan generasi muda bukan hanya secara intelektual, tetapi juga memiliki moralitas, integritas, kemampuan berkomunikasi serta keberanian mengambil keputusan secara berkualitas,” ujarnya.
Dalam sambutannya, Ananias juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemuda, pemerintah daerah, organisasi kepemudaan, dunia pendidikan, dunia usaha dan seluruh elemen masyarakat.
Menurutnya, pembangunan kepemudaan tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan sinergi dan kerja sama agar program kepemudaan dapat berjalan lebih terarah dan berkelanjutan.
“Pembangunan kepemimpinan pemuda tidak dapat dilakukan oleh seorang diri. Dibutuhkan kolaborasi dan sinergi antara pemerintah daerah, organisasi kepemudaan, dunia pendidikan, dunia usaha serta seluruh elemen masyarakat,” katanya.
Ia juga mengingatkan para peserta agar tidak berhenti belajar dan harus mampu mengikuti perkembangan zaman, terutama di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan digitalisasi.
Generasi muda, kata dia, harus mampu menghasilkan karya dan memiliki keterampilan yang dapat dibuktikan melalui kemampuan serta sertifikasi keahlian.
“Jangan hanya mengandalkan ijazah sebagai alat untuk mendapatkan pekerjaan. Teruslah belajar, berinovasi dan kembangkan keterampilan. Sertifikasi keahlian juga penting sebagai bukti kemampuan yang dimiliki,” pesannya.
Kepada para peserta pelatihan, Bupati melalui sambutannya mengingatkan bahwa kepemimpinan tidak harus dimulai ketika seseorang sudah menduduki jabatan tertentu.
Kepemimpinan, kata dia, harus dimulai dari hal-hal sederhana, yakni mampu memimpin diri sendiri, keluarga, lingkungan, organisasi hingga memberikan kontribusi bagi masyarakat.
“Jangan tunggu menjadi pejabat untuk mulai memimpin. Mulailah dari memimpin diri sendiri, mulai dari keluarga, lingkungan, organisasi, dan mulailah memberikan diri bagi masyarakat,” tegasnya.
Ia berharap kegiatan pelatihan tersebut dapat menjadi momentum bagi para peserta untuk memperluas wawasan, membangun jejaring, bertukar pengalaman serta menumbuhkan semangat kepemimpinan yang berintegritas.
“Gunakan pelatihan ini sebagai momentum untuk mempersiapkan diri. Bangun karakter yang kuat, tingkatkan keterampilan dan miliki jiwa kepemimpinan yang berintegritas,” pesannya.

















