Scroll untuk baca artikel
Dinkes Mimika

Pelayanan Kesehatan Jila Belum Pulih, Empat Tenaga Medis Sudah Kembali

×

Pelayanan Kesehatan Jila Belum Pulih, Empat Tenaga Medis Sudah Kembali

Sebarkan artikel ini
Plh. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Marselino Mameyau (Foto: Yani/ Torangbisa.com)

Timika, Torangbisa.com – Pelayanan kesehatan di Distrik Jila, Kabupaten Mimika, belum sepenuhnya pulih menyusul situasi keamanan yang sebelumnya membuat sejumlah tenaga kesehatan (nakes) meninggalkan wilayah tugas.

Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Mimika mulai melakukan pemulihan pelayanan. Bupati Mimika, Johannes Rettob, menyebutkan empat tenaga kesehatan sudah kembali ke Jila, sementara tenaga dokter hingga kini belum kembali bertugas.

Ads
Iklan ini dibuat oleh admin torangbisa

“Sudah, tenaga sudah naik lagi. Hanya dokter yang belum. Sudah ada empat orang,” ungkap Johannes Rettob saat memberikan keterangan terkait perkembangan pelayanan kesehatan di Jila.

Sementara itu, Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Marselino Mameyau, mengatakan pihaknya masih memantau perkembangan situasi keamanan sebelum mengembalikan seluruh tenaga kesehatan ke wilayah tersebut.

Menurutnya, sebagian petugas masih mengalami trauma dan belum berani kembali menjalankan pelayanan seperti biasa. Karena itu, Dinas Kesehatan masih menunggu kepastian keamanan dari pihak terkait.

“Kalau solusi alternatif belum ada, kita masih menunggu dari pihak keamanan. Petugas juga masih takut dan trauma, sehingga mereka belum bisa mau untuk kembali ke atas,” ujar Marselino.

saat diwawancarai awak media di Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika, Senin (2/11/2026).

Ia menjelaskan, saat ini tenaga kesehatan masih berada di sejumlah wilayah, termasuk Singa dan Hoya. Namun, pelayanan di Distrik Jila belum berjalan sepenuhnya karena keterbatasan tenaga medis yang bersedia kembali bertugas.

Marselino berharap, dalam bulan November ini seluruh tenaga kesehatan secara bertahap dapat kembali ke wilayah pelayanan apabila situasi keamanan sudah benar-benar kondusif.

Ia menegaskan, keselamatan tenaga kesehatan menjadi pertimbangan utama sehingga pihaknya tidak ingin memaksakan petugas kembali sebelum ada kepastian keamanan.

“Kita berharap dalam bulan ini mereka sudah bisa kembali ke atas. Tetapi kita harus pastikan situasinya benar-benar aman. Saya juga tidak mau mengambil tanggung jawab kalau sampai terjadi sesuatu terhadap petugas,” tegasnya.

Dengan mulai kembalinya empat tenaga kesehatan tersebut, pemerintah daerah berharap pelayanan kepada masyarakat Jila dapat berangsur pulih.

Namun, pemulihan secara menyeluruh masih membutuhkan dukungan tenaga dokter serta jaminan keamanan bagi seluruh petugas yang akan kembali bertugas.