Pendidikan

Pelajar Mimika Tuntut Tambahan Kuota, Kadis Pendidikan Dorong Pendidikan Inklusif

×

Pelajar Mimika Tuntut Tambahan Kuota, Kadis Pendidikan Dorong Pendidikan Inklusif

Sebarkan artikel ini
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika, Antonius Welerubun (Foto: Nando/ Torangbisa.com)

Timika, Torangbisa.com – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika, Antonius Welerubun, mengatakan bahwa tuntutan para pelajar lulusan tahun 2026 terkait penambahan kuota pendidikan merupakan hal yang wajar dan perlu diperjuangkan.

Menurut Antonius, setiap pelajar memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan yang layak dan inklusif, baik dari keluarga mampu maupun kurang mampu.

Ia menilai aspirasi yang disampaikan para pelajar merupakan bentuk kepedulian terhadap masa depan pendidikan di daerah.

“Ini adalah hak adik-adik pelajar agar mereka bisa mendapatkan pendidikan yang inklusif. Mereka menuntut penambahan kuota karena saat ini program dari Kementerian Pendidikan hanya memberikan sekitar 100 kuota untuk setiap kabupaten/kota,” ujarnya.

Dinas Pendidikan Mimika, lanjut Antonius, telah berupaya menindaklanjuti aspirasi tersebut dengan menyurati Kementerian Pendidikan guna meminta penambahan kuota.

Bahkan, usulan tambahan kuota khususnya untuk jalur afirmasi bagi pelajar Papua Tengah telah diajukan.

“Kami sudah mengusulkan penambahan kuota, termasuk untuk jalur afirmasi. Total usulan yang kami sampaikan mencapai 275 kuota dari sebelumnya,” jelasnya.

Selain itu, Dinas Pendidikan juga tengah menyelaraskan program beasiswa daerah dengan pihak Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK). Langkah ini dilakukan agar kriteria penerima beasiswa lebih terarah dan tepat sasaran.

“Kami ingin menyamakan konsep dengan YPMAK agar bantuan pendidikan ini benar-benar diberikan kepada mahasiswa yang berpotensi berhasil. Dengan begitu, dana yang dikucurkan tidak sia-sia dan menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas,” tambahnya.

Antonius juga menyinggung pentingnya kehadiran perguruan tinggi negeri di Kabupaten Mimika.

Menurutnya, hal tersebut akan menjadi solusi jangka panjang dalam memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat setempat.

“Kami akan berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan pihak terkait agar ke depan bisa ada universitas negeri di Mimika,” tutupnya.