Scroll untuk baca artikel
Mimika

Lemasko Nilai Viral Isu Nakes di Mimika Tidak Sesuai Fakta

×

Lemasko Nilai Viral Isu Nakes di Mimika Tidak Sesuai Fakta

Sebarkan artikel ini
Wakil Ketua I Lemasko, Marianus Maknaipeku (Foto: Istimewa)

Timika, Torangbisa.com – Wakil Ketua I Lemasko Bidang Hubungan Pemerintah dan Masyarakat, Marianus Maknaipeku, menilai informasi yang berkembang terkait pelayanan tenaga kesehatan (nakes) di Mimika perlu diluruskan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Menurut Marianus, setelah melakukan penelusuran terhadap informasi yang beredar, pihaknya menemukan sejumlah hal yang dinilai tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya di lapangan.

Ads
Iklan ini dibuat oleh admin torangbisa

“Setelah kami telusuri, ada beberapa informasi yang beredar yang tidak sesuai dengan fakta. Karena itu masyarakat perlu mendapatkan penjelasan yang utuh agar tidak terjadi kebingungan,” ujarnya.

Marianus menjelaskan, dalam kasus yang viral tersebut, petugas puskesmas diketahui membawa pasien yang membutuhkan penanganan medis. Namun, ia mempertanyakan apakah telah dilakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan apabila di lokasi tersedia jaringan komunikasi yang memungkinkan untuk melaporkan kondisi pasien.

“Jika memang di lokasi terdapat jaringan komunikasi, seharusnya ada koordinasi terlebih dahulu dengan dinas terkait sehingga penanganan dapat dilakukan secara terstruktur,” katanya.

Ia juga membantah informasi yang menyebutkan bahwa stok obat-obatan di fasilitas kesehatan telah habis. Berdasarkan informasi yang diperoleh Lemasko, ketersediaan obat-obatan masih ada dan tetap dapat digunakan untuk pelayanan masyarakat.

Selain itu, Marianus menilai polemik yang berkembang berpotensi menimbulkan persepsi negatif terhadap pemerintah daerah. Menurutnya, selama ini pemerintah daerah telah berupaya memberikan pelayanan kesehatan, termasuk membantu proses evakuasi atau penjemputan pasien yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.

“Selama ini koordinasi antara petugas kesehatan dan pemerintah daerah untuk membantu pasien yang sakit sudah sering dilakukan. Karena itu, kita perlu melihat persoalan ini secara objektif dan tidak terburu-buru mengambil kesimpulan,” ujarnya.

Lemasko juga meminta pihak yang menyebarluaskan video atau informasi terkait kejadian tersebut untuk dapat mempertanggungjawabkan isi dan kebenaran informasi yang dipublikasikan.

Marianus menegaskan bahwa anggapan yang menyebut Bupati Mimika tidak peduli terhadap pelayanan kesehatan merupakan penilaian yang tidak tepat. Menurutnya, sektor kesehatan menjadi salah satu perhatian utama pemerintah daerah dalam menjalankan program pembangunan.

“Komitmen Bupati dan Wakil Bupati sangat jelas, yakni membangun dari kampung ke kota. Pelayanan kesehatan merupakan bagian penting dari visi pembangunan tersebut, sehingga tidak benar jika dikatakan pemerintah tidak peduli terhadap masyarakat,” tegasnya.

img class="alignnone size-full wp-image-34144" src="https://torangbisa.com/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260615-WA0247.jpg" alt="" width="1080" height="1350" />
Mimika

Timika, Torangbisa.com – Anggota DPRK Mimika, Rampeani Rachman, menyoroti lemahnya pengawasan terhadap aktivitas galian C di Kabupaten Mimika setelah kewenangan penerbitan izin pertambangan batuan dialihkan ke Pemerintah Provinsi Papua Tengah.