Timika, Torangbisa.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mimika mulai melakukan uji sampling data pemilih di sejumlah kawasan perumahan di Distrik Miru dan Distrik Wania sebagai bagian dari pemutakhiran data pemilih berkelanjutan.
Koordinator Divisi Data KPU Kabupaten Mimika, Budiono Muchie mengatakan, kegiatan tersebut merupakan pengambilan sampling berdasarkan sample yang ditemukan oleh KPU RI.
“Jadi itu sebenarnya kegiatan tindak lanjut dari beberapa koordinasi kita sebelumnya. Kemarin kami lakukan Pencocokan dan Penelitian Terbatas atau coktas, jadi kita ambil data sampel yang ditemukan oleh KPU RI, lalu kita uji apakah alamat pemilih benar sesuai dengan data DPT,” ujar Budiono.
Menurutnya, proses uji petik dilakukan untuk memastikan validitas data pemilih yang nantinya menjadi bahan dalam rapat pleno pemutakhiran data berkelanjutan.
“Kuartal pertama sudah diplenokan, sehingga salah satunya sebagai bahan pleno kita lakukan uji petik,” katanya.
Dalam pelaksanaannya, KPU Mimika menggandeng berbagai pihak, mulai dari bagian tata pemerintahan (Tapem), DPMK, Disdukcapil, hingga pemerintah distrik Miru dan Wania. Koordinasi juga dilakukan terkait batas wilayah RT yang saat ini mengalami sejumlah perubahan, termasuk masa bakti pengurus RT yang telah berakhir.
Budiono menjelaskan, fokus uji sampling diarahkan ke kawasan perumahan karena ditemukan masih banyak warga yang belum terakomodir dalam TPS pada Pemilu sebelumnya.
“Kita mengecek di perumahan-perumahan karena masih banyak yang belum dijadikan TPS di pemilu kemarin, padahal jumlah warganya cukup besar,” jelasnya.
Dari hasil pendataan sementara, terdapat sekitar 450 kepala keluarga (KK) di sejumlah kawasan yang disampling. Jika dikalkulasikan, jumlah pemilih potensial diperkirakan mendekati seribu orang.
“Kalau pemilu, jumlah itu bisa sampai empat TPS. Makanya kita turun langsung untuk memastikan,” ungkapnya.
KPU Mimika memulai uji sampling di Distrik Miru dan Wania karena kedua wilayah tersebut dinilai memiliki perkembangan kawasan perumahan paling pesat.
Selain itu, di masa non tahapan pemilu saat ini, KPU juga harus menyesuaikan dengan keterbatasan anggaran operasional.
“Kenapa fokus ke perumahan, karena ini masa non tahapan dan kita tidak ada anggaran operasional besar. Kalau koordinasi dengan perumahan lebih mudah, tinggal komunikasi dengan developer dan kita bisa dapat data,” katanya.
Selanjutnya, KPU Mimika juga berencana melakukan uji sampling serupa di Distrik Kuala Kencana.
Budiono menambahkan, dalam kunjungan lapangan kemarin, KPU membagi tim menjadi tiga kelompok untuk melakukan pengecekan langsung di beberapa lokasi, yakni Perumahan Anggrek, Rafles Residence 3, serta kawasan perumahan di sekitar Jembatan Waker.
“Hasil uji sampling ini nanti akan dibahas dan dievaluasi dalam rapat pleno, kemudian akan ditentukan langkah tindak lanjut berikutnya,” tutupnya.
















