Pendidikan

Ketimpangan Fasilitas dan Dapodik di Mimika, Bupati Johannes Rettob: Pendidikan Masih Hadapi Tantangan Serius

×

Ketimpangan Fasilitas dan Dapodik di Mimika, Bupati Johannes Rettob: Pendidikan Masih Hadapi Tantangan Serius

Sebarkan artikel ini
Bupati Mimika Johannes Rettob memberi (Foto: Yani/ Torangbisa.com). 

Timika, Torangbisa.com – Bupati Mimika Johannes Rettob menegaskan komitmennya untuk terus membenahi sektor pendidikan, meski dihadapkan pada berbagai kendala seperti keterbatasan fasilitas sekolah hingga persoalan data pokok pendidikan (Dapodik) yang belum sepenuhnya tertata.

Ia mengungkapkan bahwa upaya peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Mimika masih menghadapi sejumlah tantangan mendasar, terutama terkait kesiapan infrastruktur dan administrasi sekolah.

“Kita akan terus berjuang, jangan dipaksa langsung sempurna. Saya selalu menyampaikan pentingnya perbaikan pendidikan di Mimika, tapi ini butuh proses,” ujarnya.

Menurutnya, pelaksanaan ujian berbasis online menjadi salah satu tantangan tersendiri karena belum semua sekolah memiliki fasilitas pendukung yang memadai. Pemerintah daerah, kata dia, saat ini terus berupaya membantu sekolah-sekolah dengan berbagai cara.

“Kita sekarang sudah ujian online, tapi tidak semua sekolah punya fasilitas. Makanya kami harus ‘titip sana, titip sini’ supaya bisa berjalan,” jelasnya.

Selain itu, persoalan Dapodik juga menjadi perhatian serius. Ia menyebut masih ada sekolah yang belum terdaftar secara resmi karena belum mengantongi izin operasional, sehingga berdampak pada status administrasi siswa.

“Ada sekolah yang dapodiknya belum keluar karena izin operasionalnya belum ada. Ini jadi masalah besar yang harus kita selesaikan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Rettob menyoroti kondisi di mana siswa telah menjalani pendidikan selama satu tahun, namun belum tercatat dalam sistem Dapodik. Hal ini berpotensi memengaruhi pengakuan masa belajar mereka secara formal.

“Kalau sekolah tiga tahun, tapi di Dapodik hanya tercatat dua tahun, berarti tidak diakui sebagai sekolah tiga tahun. Ini yang jadi pekerjaan rumah kita,” tegasnya.

Tak hanya itu, perhatian terhadap kesejahteraan dan kondisi guru juga menjadi bagian dari evaluasi pemerintah daerah dalam upaya memperbaiki mutu pendidikan secara menyeluruh.

Rettob menambahkan, berbagai langkah akan terus dilakukan secara bertahap, termasuk memperbaiki sistem pendataan dan memastikan seluruh sekolah terakomodasi dalam sistem pendidikan nasional.

“Kita terus berusaha, ini bukan hal mudah, tapi pasti kita benahi satu per satu,” tutupnya.