Timika, Torangbisa.com – Upaya menjaga keamanan dan kondusivitas wilayah Papua terus dilakukan TNI di bawah kendali Kogabwilhan III.
Kali ini, Panglima Kogabwilhan III, Letjen TNI Lucky Avianto, memimpin langsung patroli udara sekaligus pemantauan wilayah yang disinyalir menjadi tempat persembunyian kelompok TPNPB OPM di Papua.
Menggunakan dua helikopter Caracal TNI Angkatan Udara, Letjen TNI Lucky Avianto didampingi Kepala Staf Kogabwilhan (Kaskogab) Marsda TNI Joko Sugeng Sriyanto, melakukan pemantauan pergerakan kelompok TPNPB OPM di kawasan hutan, perbukitan, dan lembah di pelosok Papua.
Salah satu wilayah yang menjadi perhatian adalah Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, yang sebelumnya masuk dalam kategori wilayah rawan aktivitas kelompok OPM.
Dari udara, Kogabwilhan III melakukan pemantauan terhadap sejumlah wilayah yang diduga menjadi tempat pelarian kelompok tersebut.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya TNI dalam menjaga keamanan sekaligus memastikan masyarakat dapat menjalani kehidupan dengan aman dan damai.
Intan Jaya sebelumnya menjadi lokasi kontak senjata pada 25 September lalu. Berdasarkan informasi yang disampaikan pihak TNI, pasukan Yonif 315/Garuda bersama Tim Taipur Koops Habema di bawah kendali Kogabwilhan III terlibat kontak senjata dengan kelompok OPM setelah menerima informasi awal dari Badan Intelijen Negara (BIN).
Dalam peristiwa tersebut, pihak TNI menyebut empat anggota OPM tewas di lokasi kejadian.
Selain melakukan patroli udara, Letjen TNI Lucky Avianto juga mengunjungi sejumlah pos keamanan Satgas TNI Koops Habema yang tersebar di titik-titik strategis di Intan Jaya.
Kunjungan tersebut dilakukan untuk memberikan motivasi kepada prajurit sekaligus menganugerahkan penghargaan atas dedikasi dan prestasi mereka dalam menjalankan tugas menjaga kedaulatan negara serta melindungi masyarakat Papua.
Di tengah upaya pengamanan, Kogabwilhan III juga mengedepankan pendekatan persuasif melalui berbagai kegiatan sosial yang melibatkan masyarakat.
Sejumlah kegiatan dilakukan di pos-pos keamanan, di antaranya makan bersama masyarakat, pelayanan kesehatan dan pengobatan gratis, penyaluran sembako, serta pemberian hewan ternak untuk dibudidayakan.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pendekatan TNI yang tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi juga pelayanan masyarakat dan dukungan terhadap pembangunan daerah.
Melalui kegiatan sosial tersebut, TNI berharap dapat mempererat hubungan dengan masyarakat sekaligus membangun kepercayaan dan menciptakan suasana damai di Papua.
Pendekatan ini juga diharapkan dapat mendorong pimpinan, anggota, maupun simpatisan OPM untuk meninggalkan aktivitas kelompoknya dan kembali ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Letjen TNI Lucky Avianto menegaskan bahwa TNI akan terus mengedepankan pendekatan persuasif dalam menangani kelompok OPM. Namun, prajurit tetap siap mengambil tindakan tegas dan terukur apabila menghadapi situasi yang mengharuskan tindakan tersebut.
Menurutnya, setiap tindakan akan dilaksanakan berdasarkan hukum, peraturan, dan perundang-undangan yang berlaku, serta sesuai dengan Rules of Engagement (ROE).
Ia menegaskan bahwa keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama dalam setiap pelaksanaan tugas TNI di Papua.
Prinsip Salus Populi Suprema Lex Esto, yang berarti keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi, menjadi pedoman bagi pasukan TNI dalam menjalankan tugas menjaga keamanan dan stabilitas wilayah Papua.
















