Scroll untuk baca artikel
Peristiwa

Cegah Potensi Bahaya, Polsek Kuala Kencana Bubarkan Anak-anak yang Bermain Meriam Spiritus

×

Cegah Potensi Bahaya, Polsek Kuala Kencana Bubarkan Anak-anak yang Bermain Meriam Spiritus

Sebarkan artikel ini
Nampak personel Polsek Kuala Kencana sedang memberikan imbauan kepada sekelompok anak-anak yang kedapatan bermain meriam spiritus (Foto : Istimewa)

Timika, Torangbisa.com – Demi mencegah terjadinya kecelakaan dan menjaga situasi keamanan serta ketertiban masyarakat (Kamtibmas), personel Polsek Kuala Kencana mengambil langkah preventif dengan menertibkan sekelompok anak-anak yang kedapatan bermain meriam spiritus di kawasan Trans Baru Jalur 2, Kabupaten Mimika.

Penertiban tersebut dilakukan saat personel piket Polsek Kuala Kencana melaksanakan patroli rutin yang dipimpin oleh Pawas Aiptu Yermias Laga Ama, yang juga menjabat sebagai Kanit Binmas Polsek Kuala Kencana.

Ads
Iklan ini dibuat oleh admin torangbisa

Dalam keterangan kepada media, Sabtu (7/11/2026), pihak kepolisian menyampaikan bahwa kegiatan yang dilaksanakan pada Jumat (kemarin-red) tersebut merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap keselamatan anak-anak sekaligus upaya mengantisipasi potensi gangguan keamanan di lingkungan masyarakat.

Menemukan aktivitas yang berisiko tersebut, petugas langsung mengambil pendekatan persuasif dengan memberikan teguran dan edukasi kepada anak-anak agar tidak lagi memainkan meriam spiritus.

Polisi menjelaskan bahwa permainan meriam spiritus dapat menimbulkan bahaya, mulai dari risiko luka bakar hingga cedera serius akibat ledakan. Selain mengancam keselamatan pemain, suara ledakannya juga berpotensi mengganggu ketenangan warga sekitar.

Setelah diberikan pemahaman, anak-anak tersebut akhirnya menyadari bahaya permainan yang dilakukan dan secara bersama-sama menghancurkan meriam yang mereka gunakan agar tidak dapat dimainkan kembali.

Aiptu Yermias Laga Ama menegaskan bahwa langkah yang dilakukan anggotanya bukan semata-mata untuk menertibkan, tetapi lebih mengutamakan pencegahan agar tidak terjadi peristiwa yang dapat merugikan anak-anak maupun masyarakat.

“Kami mengimbau kepada anak-anak agar tidak bermain meriam karena dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain. Kami juga mengajak para orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak demi menjaga keamanan dan keselamatan bersama,” pesannya.

Ia turut meminta para orang tua agar lebih aktif memperhatikan kegiatan anak-anak, terutama ketika bermain dengan benda atau menggunakan bahan yang berpotensi menimbulkan ledakan dan membahayakan keselamatan.

Menurutnya, pengawasan keluarga menjadi salah satu faktor penting dalam mencegah anak-anak terlibat dalam aktivitas berbahaya. Karena itu, kepedulian orang tua dan lingkungan sekitar sangat dibutuhkan.

Kegiatan patroli tersebut menjadi bagian dari langkah preventif Polsek Kuala Kencana dalam menciptakan situasi Kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah hukumnya.

Melalui patroli rutin serta pendekatan yang humanis, Polsek Kuala Kencana terus berupaya hadir di tengah masyarakat guna menciptakan lingkungan yang aman dan tertib di wilayah hukum Polsek Kuala Kencana.

Peristiwa

Jayapura, Torangbisa.com – Dalam kurun waktu kurang dari 2 x 24 jam, tim gabungan Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 bersama personel Polda Papua dan Polresta Kota Jayapura telah berhasil mengamankan dan menyita senjata api laras pendek jenis Sig Sauer beserta lima butir amunisi dari seorang pria berinisial PW (20). PW ditangkap pada Jumat (6/11/2026) di kawasan Hamadi, Kota Jayapura.

Peristiwa

Intan Jaya, Torangbisa.com – Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III Letjen TNI Lucky Avianto memimpin langsung pemantauan udara sekaligus upaya pengejaran terhadap sisa kelompok Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang masih bersembunyi di sejumlah wilayah pedalaman Papua, termasuk Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, Rabu (4/11/2026)

Peristiwa

Timika, Torangbisa.com – Rasa khawatir menyelimuti aktivitas para sopir truk pengangkut batu di Kabupaten Mimika, Papua Tengah. Lantaran kerap menghadapi dugaan penghadangan, intimidasi hingga pelemparan dan pengerusakan kendaraan, sekitar 100 sopir truk mendatangi Kantor Polsek Kuala Kencana, Kamis (5/11/2026), untuk meminta perlindungan aparat kepolisian.