Scroll untuk baca artikel
NasionalPeristiwa

Febriani, Anak Yang Terseret Ombak di Pantai Keakwa Ditemukan Meninggal Dunia

×

Febriani, Anak Yang Terseret Ombak di Pantai Keakwa Ditemukan Meninggal Dunia

Sebarkan artikel ini
Tim SAR sedang melakukan pencarian disekitar lokasi kejadian menggunakan perahu karet (foto: screenshot video pencarian)

Timika, Torangbisa.com – Tim Sar Gabungan dan masyarakat mengintensifkan pencarian di sekitar lokasi kejadian, dan menemukan Febriani (11) yang terseret ombak di perairan Kekwa, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Rabu (2/4/2025) pukul 17:00 WIT.

Jenazahnya ditemukan oleh masyarakat setempat yang turut serta dalam upaya pencarian di Kampung Baru, sekitar 2,5 km dari lokasi kejadian.

Ads
Iklan ini dibuat oleh admin torangbisa

Penemuan ini mengakhiri operasi pencarian yang melibatkan berbagai unsur SAR. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Timika, I Wayan Suyatna melalui Kasubsie Operasi Kantor Pencarian dan Pertolongan Charles Batlajery mengatakan, tim SAR gabungan telah menemukan korban.

operasi SAR secara resmi diusulkan untuk ditutup. Semua unsur potensi SAR yang terlibat akan dikembalikan ke satuan masing-masing.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh tim yang telah bekerja keras dalam upaya pencarian korban, termasuk masyarakat yang turut membantu,” Charles Batlajery.

Jenazah korban telah diserahkan kepada pihak keluarga dan segera dievakuasi menuju Timika untuk proses lebih lanjut.

Peristiwa

Ugimba, Torangbisa.com – Dalam menjalankan tugas menjaga keamanan, prajurit Koops TNI Habema kembali menunjukkan ketangguhan, kewaspadaan, dan profesionalisme melalui pelaksanaan penguasaan wilayah terhadap kelompok bersenjata TPNPB-OPM Kodap VIII/Intan Jaya pimpinan Apeni Kobogau di sekitar Kampung Gamagai, Distrik Ugimba, Kab. Intan Jaya , Provinsi Papua Tengah, Papua Tengah, Sabtu (15/08/26).

Peristiwa

Timika, Torangbisa.com – Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Pelabuhan Pomako mendatangi Gedung DPRK Mimika, Papua Tengah, Kamis (13/8/2026). Kedatangan para buruh tersebut untuk menyampaikan 20 tuntutan, terutama terkait pembayaran upah, jaminan ketenagakerjaan, kondisi tempat tinggal, serta pengelolaan keuangan Koperasi TKBM.