Scroll untuk baca artikel
Religi

Diperkirakan Berangkat April 2027, 173 Jamaah Haji Mimika Mulai Jalani Pemeriksaan Kesehatan

×

Diperkirakan Berangkat April 2027, 173 Jamaah Haji Mimika Mulai Jalani Pemeriksaan Kesehatan

Sebarkan artikel ini
Kepala kantor kementerian haji dan umrah Mimika, H Muh Hilal di dampingi Kepala Sub Bagian Tata Usaha (Kasubag TU) Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Mimika, Abdul Syakir Saat dikunjungi awak media di kantor barunya di jalan hasanuddin (Foto: Yani/ Torangbisa.com). 

Timika, Torangbisa.com – Sebanyak 173 jamaah haji asal Kabupaten Mimika masuk dalam daftar jamaah yang dipersiapkan untuk keberangkatan ibadah haji tahun 2027.

Kepala Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Mimika, H. Muh. Hilal, mengatakan jumlah tersebut bertambah dari data awal sebanyak 168 jamaah. Dari total tersebut, hingga saat ini baru 130 jamaah yang telah menyatakan kesiapan untuk berangkat.

Ads
Iklan ini dibuat oleh admin torangbisa

Hal itu disampaikan H. Muh. Hilal saat ditemui awak media di Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Mimika, Jalan Hasanuddin, Rabu (2/9/2026).

“Untuk tahun 2027, awalnya yang masuk daftar itu 168 jamaah. Dalam verifikasi data, yang melaporkan kesiapan baru 130 orang. Kemudian dalam verifikasi kedua ada tambahan lima jamaah, sehingga keseluruhannya menjadi 173 jamaah,” ujarnya.

Menurutnya, pihaknya masih menunggu laporan dari jamaah lainnya terkait kesiapan mereka untuk mengikuti keberangkatan haji tahun depan.

“Yang sudah menyatakan siap berangkat itu baru 130 jamaah. Yang belum melaporkan masih kami tunggu,” katanya.

Hilal menjelaskan, sejumlah tahapan persiapan keberangkatan telah dilakukan. Salah satunya adalah pembuatan paspor yang saat ini telah dilakukan sekitar 70 hingga 80 persen dari jamaah yang menyatakan siap berangkat.

Selain itu, proses pengurusan visa bagi jamaah yang telah memiliki paspor juga mulai dilakukan.

“Pembuatan paspor sudah dilakukan jamaah, meskipun belum keseluruhan. Sekitar 70-80 persen dari 130 jamaah sudah melakukan pembuatan paspor dan paspornya sudah selesai. Hari ini sudah hari keempat proses visa bagi jamaah yang paspornya sudah ada,” jelasnya.

Sementara itu, Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Mimika bersama Dinas Kesehatan, RSUD dan tiga Puskesmas yang telah ditetapkan mulai melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap calon jamaah haji.

Pemeriksaan tersebut dijadwalkan berlangsung mulai Kamis dan Jumat, kemudian dilanjutkan secara bertahap hingga seluruh jamaah selesai menjalani pemeriksaan.

Hilal mengatakan, hasil pemeriksaan kesehatan menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan apakah seorang jamaah dinyatakan layak untuk berangkat atau tidak.

“Tentu pemberangkatan jamaah nanti ditentukan oleh hasil kesehatannya, apakah layak untuk berangkat atau tidak. Kita berharap semua jamaah yang menyatakan siap berangkat dalam keadaan sehat, sehingga seluruhnya bisa diberangkatkan,” katanya.

Ia menambahkan, pemeriksaan kesehatan dilakukan lebih awal dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Hal tersebut dilakukan untuk memberikan waktu bagi jamaah yang memiliki masalah kesehatan agar dapat menjalani pemeriksaan dan penanganan secara rutin sebelum masa keberangkatan.

“Dengan lebih cepatnya pemeriksaan kesehatan dibanding tahun-tahun sebelumnya, ini untuk memproteksi jamaah yang akan berangkat. Ada penyakit yang masih bisa dilakukan pemeriksaan dan pengobatan rutin, sehingga pada saat keberangkatan nanti insya Allah bisa dinyatakan layak berangkat,” jelasnya.

Terkait kondisi jamaah yang sebagian besar berusia lanjut, Hilal mengatakan pihaknya belum dapat memastikan jenis penyakit yang paling banyak ditemukan karena pemeriksaan kesehatan masih berlangsung.

“Ini yang belum kita tahu karena masih dalam proses pemeriksaan. Besok pemeriksaan dilakukan di Puskesmas dan kami dari Kementerian Haji juga akan mendampingi untuk melihat hasil-hasil tes kesehatan jamaah,” ujarnya.

Ia menjelaskan, terdapat sejumlah kondisi kesehatan yang dapat menjadi pertimbangan dalam menentukan kelayakan jamaah untuk berangkat, di antaranya penyakit jantung dan penyakit menular seperti tuberkulosis (TBC).

“Contohnya penyakit jantung, kemudian penyakit menular seperti TBC. Itu salah satu contoh penyakit yang bisa menghalangi jamaah untuk berangkat. Tetapi untuk penyakit jantung juga ada tingkatannya. Tentu kita kembalikan kepada pihak yang berwenang untuk melihat kondisi jamaah apakah bisa berangkat atau tidak,” jelas Hilal.

Ia menegaskan, keputusan akhir terkait kelayakan kesehatan jamaah tetap berdasarkan hasil pemeriksaan dan penilaian tenaga kesehatan yang berwenang.

Mengenai jadwal keberangkatan, Hilal mengatakan hingga saat ini belum ada informasi resmi mengenai tanggal pasti keberangkatan jamaah haji Mimika.

Namun, berdasarkan perkiraan sementara, keberangkatan jamaah haji tahun 2027 kemungkinan berlangsung pada April 2027.

“Untuk pemberangkatan sampai hari ini kita belum ada informasi pasti. Perkiraannya di bulan April, tetapi untuk kepastiannya kita belum tahu. Kemungkinan besar bulan April sudah diterbangkan,” pungkasnya.