Scroll untuk baca artikel
Sosial

Dinsos Mimika Salurkan Bantuan Modal Rp2,5 Juta, Sasar 103 Keluarga Penjual Pinang

×

Dinsos Mimika Salurkan Bantuan Modal Rp2,5 Juta, Sasar 103 Keluarga Penjual Pinang

Sebarkan artikel ini
Kepala Bidang (Kabid) Pemberdayaan Sosial Dinas Sosial Kabupaten Mimika, Maya Tamher Saat diwawancarai awak media (Foto: Yani/ Torangbisa.com). 

Timika, Torangbisa.com – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Mimika menyalurkan bantuan modal usaha sebesar Rp2,5 juta kepada masing-masing penerima manfaat untuk mendukung keberlangsungan usaha masyarakat kecil, khususnya keluarga penjual pinang.

Kepala Bidang (Kabid) Pemberdayaan Sosial Dinas Sosial Kabupaten Mimika, Maya Tamher, mengatakan bantuan tersebut diprioritaskan bagi masyarakat yang telah lama menjalankan usaha penjualan pinang, tetapi mengalami kendala akibat sulitnya mendapatkan bahan dagangan dan kenaikan harga.

Ads
Iklan ini dibuat oleh admin torangbisa

Hal itu disampaikannya saat diwawancarai awak media di Hotel Horizon Ultima, Kamis (5/11/2026).

Maya menjelaskan, sebelum menetapkan penerima bantuan, pihaknya telah melakukan pendataan langsung di lapangan. Tim Dinsos menemui para mama-mama yang sebelumnya berjualan pinang di pinggir jalan, namun terpaksa berhenti karena kesulitan memperoleh pinang dengan harga terjangkau.

“Tim turun langsung ke lapangan dan bertemu dengan mama-mama yang memang sudah lama berjualan. Namun, karena pinang sedang susah didapat dan harganya naik, mereka akhirnya tidak berjualan lagi,” jelasnya.

Ia menegaskan, penerima bantuan kali ini merupakan masyarakat yang belum terdaftar sebagai penerima bantuan melalui program koperasi. Dengan demikian, Dinsos melakukan pendataan agar bantuan tidak diberikan kepada orang yang sama.

Menurutnya, bantuan tersebut bersumber dari APBD Kabupaten Mimika dan tidak secara khusus diperuntukkan bagi Orang Asli Papua (OAP). Namun, pelaksanaannya tetap diarahkan untuk memprioritaskan masyarakat yang membutuhkan penguatan modal usaha.

Maya menyebutkan, jumlah penerima bantuan yang didata sebanyak 103 orang. Setiap penerima memperoleh modal usaha sebesar Rp2,5 juta. Dengan demikian, total anggaran bantuan yang disiapkan mencapai Rp257,5 juta.

“Kalau yang sudah terdaftar dan mendapat bantuan dari koperasi, kami tidak data lagi. Kami fokus mendata mereka yang belum terdaftar,” ungkapnya.