Timika, Torangbisa.com – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Mimika, Papua Tengah, menggelar Pelatihan Ketanggapdaruratan bagi anggota Taruna Siaga Bencana (Tagana) untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kemampuan relawan dalam menangani bencana di daerah, Senin (26/10/2026).
Kegiatan ini melibatkan pemateri dari Kementerian Sosial (Kemensos), Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Dinsos, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Perwakilan Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana (PSKB) Kemensos, Roberto Koibur, mengatakan Tagana memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam penanganan bencana, baik pada tahap tanggap darurat maupun pascabencana.
“Tagana adalah garda terdepan Kemensos maupun Dinas Sosial di tingkat kabupaten dalam hal penanganan bencana. Tugas utama mereka adalah memberikan pertolongan dan pelayanan langsung kepada korban,” ujar Roberto di sela-sela kegiatan pelatihan.
Menurutnya, anggota Tagana tidak hanya bertugas membantu korban ketika bencana terjadi, tetapi juga berperan dalam melakukan pendataan kebutuhan dasar masyarakat terdampak.
Pendataan tersebut menjadi acuan bagi pemerintah untuk memastikan bantuan logistik yang disalurkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan tepat sasaran.
Roberto menyebutkan, jumlah personel Tagana yang tersebar di seluruh Indonesia saat ini mencapai sekitar 21.000 orang. Sementara itu, di Papua, khususnya Kabupaten Mimika, kapasitas dan kesiapsiagaan personel masih perlu terus diperkuat.
Ia menilai, meskipun intensitas bencana di Mimika relatif lebih rendah dibandingkan sejumlah daerah lain, kemampuan anggota Tagana dalam menghadapi situasi darurat tetap harus ditingkatkan.
Karena itu, Roberto mengapresiasi langkah Dinsos Mimika yang menyelenggarakan pelatihan tersebut. Menurutnya, peningkatan keterampilan relawan menjadi bagian penting dalam mendukung penanganan bencana yang cepat dan terkoordinasi.
Melalui pelatihan ini, anggota Tagana diharapkan semakin siap menjalankan tugas di lapangan, mulai dari memberikan pertolongan kepada korban, mendata kebutuhan masyarakat, hingga mendukung penyaluran bantuan selama masa tanggap darurat.
Keterlibatan berbagai instansi dalam kegiatan tersebut juga diharapkan memperkuat koordinasi antarlembaga, sehingga penanganan bencana di Kabupaten Mimika dapat berjalan lebih efektif dan kebutuhan masyarakat terdampak bisa segera terpenuhi.

















