Timika, Torangbisa.com – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika, Antonius Welerubun, mengakui bahwa pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayahnya masih menghadapi sejumlah kendala, terutama terkait keakuratan data penerima dan penyesuaian menu makanan.
Hal tersebut disampaikan Antonius saat ditemui di Kantor Dinas Pendidikan Mimika, Kamis (30/4/2026). Ia menjelaskan bahwa pihaknya baru melakukan diskusi awal dengan para pihak terkait, termasuk mengenai pengelolaan dapur penyedia makanan yang saat ini tercatat sebanyak 18 titik.
“Diskusi kemarin masih sebatas awal, termasuk soal dapur-dapur itu. Saat ini baru ada 18 dapur, dan mereka juga menyampaikan bahwa data penerima MBG di lapangan sering tidak sesuai, kadang lebih atau kurang,” ujarnya.
Menurut Antonius, persoalan ketidaksesuaian data ini memang menjadi tantangan yang perlu segera dibenahi. Ia mencontohkan, dalam data pendidikan seperti penerima dana BOS dan BOPDA, sering kali masih terdapat nama siswa yang sebenarnya sudah lulus, pindah sekolah, bahkan ada yang meninggal, namun masih tercatat.
“Ini memang realita di lapangan. Data siswa kadang belum diperbarui, sehingga berdampak juga pada program lain seperti MBG. Karena itu, perlu dilakukan pendataan ulang agar lebih akurat,” tegasnya.
Selain soal data, Antonius juga menyoroti pentingnya penyesuaian menu makanan dalam program MBG, khususnya bagi anak-anak di Papua. Ia menilai, menu yang tidak sesuai dengan kebiasaan makan sehari-hari bisa berdampak pada kesehatan maupun selera makan siswa.
“Saya sarankan kalau memberikan makanan, tolong disesuaikan dengan kebiasaan anak-anak di Papua. Kalau menunya terlalu berbeda, bisa saja mereka tidak cocok, bahkan bisa menyebabkan sakit perut atau tidak mau makan,” jelasnya.
Ia berharap ke depan program MBG dapat berjalan lebih optimal, tidak hanya dari sisi distribusi, tetapi juga dari segi kualitas data dan kesesuaian kebutuhan lokal, sehingga benar-benar memberikan manfaat bagi para pelajar.















