Timika, Torangbisa.com – Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Mimika, Slamet Sutedjo, mengapresiasi peluncuran aplikasi PAPEDA KOP 1 di SD Inpres Koperapoka 1 sebagai inovasi pendidikan yang dinilai layak direplikasi ke seluruh sekolah di Mimika.
Hal tersebut disampaikan Slamet Sutedjo saat menghadiri launching aplikasi PAPEDA KOP 1 di SD Koperapoka 1, Sabtu (02/05/2026), bertepatan dengan momentum Hari Pendidikan Nasional.
Menurutnya, inovasi yang dihadirkan tidak hanya menjadi simbol peringatan Hardiknas, tetapi juga langkah nyata dalam mendorong transformasi digital di sektor pendidikan.
“Ini luar biasa, kami sangat mengapresiasi. Momentum Hari Pendidikan Nasional ini diwarnai dengan launching inovasi PAPEDA KOP 1. Ini keren sekali dan patut dikembangkan,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, sebelumnya pihak sekolah bersama tim admin telah mempresentasikan aplikasi tersebut kepada Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida), dan dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan lebih luas.
Slamet menegaskan pentingnya replikasi inovasi agar manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh satu sekolah saja, tetapi dapat membentuk ekosistem inovasi di seluruh Kabupaten Mimika.
“Kemajuan tidak boleh hanya di satu titik. Harus kita replikasi ke sekolah lain, bahkan lintas sektor seperti kesehatan. Dengan begitu, kita bisa bergerak bersama dan dampaknya dirasakan luas oleh masyarakat,” jelasnya.
Ia juga mencontohkan penerapan layanan digital yang telah berjalan di Dukcapil Mimika, seperti pelayanan online yang menjangkau wilayah Jila, Atuka hingga Potowayburu.
“Artinya, hal seperti ini bukan mustahil. Kita sudah lakukan di Dukcapil, dan sekarang di pendidikan juga mulai berkembang,” tambahnya.
Lebih lanjut, Slamet menyebutkan bahwa saat ini terdapat sekitar 74 inovasi yang telah terdaftar dalam Sistem Informasi Riset Daerah (Sirida). Namun, jumlah tersebut dinilai masih bisa terus ditingkatkan.
“Kita harus bisa melompat dua kali lipat. Bayangkan kalau setiap sekolah punya satu inovasi, berapa banyak yang bisa kita kumpulkan,” katanya.
Ia juga mendorong agar inovasi tidak dibatasi oleh aturan administratif semata, melainkan fokus pada dampak nyata bagi masyarakat.
“Inovasi itu yang penting memberikan solusi. Jangan terjebak pada sekat-sekat administrasi, tapi harus out of the box,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Slamet juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Brida tengah mempersiapkan kegiatan Mimika Innovation Week 2026, yang akan melibatkan berbagai sektor, termasuk pendidikan, kesehatan, dan masyarakat umum.
“Kita ingin membangun ekosistem riset dan inovasi bersama. Ini bagian dari mewujudkan Mimika sebagai smart city,” ujarnya.
Ia berharap, inovasi seperti PAPEDA tidak hanya menjadi kebanggaan satu sekolah, tetapi dapat menjadi pemicu lahirnya berbagai inovasi lain di seluruh wilayah Mimika, termasuk di daerah pegunungan dan pesisir.
“Kemajuan harus merata, bukan hanya di kota, tetapi juga di wilayah gunung dan pesisir,” pungkasnya.













