Mimika

Ceremony Re-Operate Garuda Indonesia Buka Rute Penerbangan Jayapura-Timika-Denpasar

×

Ceremony Re-Operate Garuda Indonesia Buka Rute Penerbangan Jayapura-Timika-Denpasar

Sebarkan artikel ini
Suasana foto bersama, Bupati Mimika Johannes Rettob didampingi Ny. S Rettob, Manager Garuda, Pujangga bersama crew Garuda Airline (Foto: Yani/ Torangbisa.com)

Timika, Torangbisa.com – Maskapai Garuda Indonesia menggelar perayaan pengoperasian kembali rute Jayapura-Timika-Denpasar yang berlangsung di Bandara Mosez Kilangin Timika, Minggu (28/3/2026).

‎Bupati Mimika, Johannes Rettob mengatakan, pemerintah daerah kini mendorong peningkatan status menjadi bandara kelas I melalui pemenuhan berbagai persyaratan, termasuk penambahan sumber daya manusia.

Ads
Iklan ini dibuat oleh admin torangbisa

‎Selain itu, penggabungan terminal lama dan baru membuat luas bandara mencapai hampir 40 ribu meter persegi. Dengan kapasitas tersebut, Bandara Moses Kilangin diproyeksikan mampu melayani hingga 2 juta penumpang per tahun. Saat ini, jumlah penumpang diperkirakan sudah mendekati 1 juta per tahun.

‎“Kalau kita optimalkan, bisa 2 juta bahkan lebih,” katanya.

‎Tak hanya fokus pada infrastruktur, Bupati juga menyoroti pentingnya pembukaan rute penerbangan langsung untuk meningkatkan mobilitas masyarakat.

‎Ia menyebut sejumlah rute seperti Timika–Ambon, Timika–Merauke, hingga Timika–Nabire dan Timika–Jakarta tengah diupayakan.

‎Sebagian rute sebelumnya sempat dibuka namun terhenti akibat rendahnya tingkat keterisian penumpang.

Karena itu, ia mendorong kerja sama antar daerah, salah satunya Maluku Tenggara, untuk mengembangkan sektor pariwisata sebagai penopang utama peningkatan penumpang.

‎“Kita harus dorong pariwisata, karena potensi di sana luar biasa, tapi belum maksimal promosinya,” jelasnya.

‎Sementara itu, Manager Garuda Indonesia, Pujangga, mengatakan bahwa penerbangan perdana Garuda di Timika menunjukkan respons positif pasar dengan tingkat keterisian hampir 80 persen.

‎“Kalau okupansi bisa di atas 80 persen, kami optimistis ke depan frekuensi penerbangan bisa ditambah,” ujarnya.

‎Saat ini, Garuda mengoperasikan pesawat jenis Boeing 737-800 dengan kapasitas 12 kursi bisnis dan 150 kursi ekonomi.

‎Di sisi lain, Bupati juga memastikan ketersediaan BBM di Mimika masih aman dan belum ada gangguan signifikan, meski ada kekhawatiran masyarakat terkait dampaknya terhadap harga tiket dan transportasi.

‎Dalam momen tersebut, Manager Garuda, Pujangga mengatakan bahwa penerbangan ini menjadi langkah awal untuk melihat potensi pasar di Timika dan Papua secara umum.

‎“Ini kan penerbangan perdana, jadi kita lihat dulu bagaimana market dan demand di Timika maupun Papua,” ujarnya.

‎Ia menjelaskan, tingkat keterisian kursi menjadi indikator utama dalam evaluasi keberlanjutan rute tersebut. Jika okupansi mampu bertahan di angka minimal 80 persen, maka peluang penambahan frekuensi penerbangan akan terbuka lebar.

‎“Kalau isiannya minimal 80 persen atau lebih, apalagi didukung kargo, mudah-mudahan di musim berikutnya kita bisa tambah frekuensi,” jelasnya.

‎Saat ini, Garuda Indonesia mengoperasikan pesawat jenis Boeing 737-800 dengan kapasitas 12 kursi kelas bisnis dan 150 kursi kelas ekonomi untuk melayani rute tersebut.

‎Ia menambahkan, penggunaan pesawat berbadan lebih besar di masa depan masih sangat bergantung pada kesiapan infrastruktur bandara, khususnya panjang dan kekuatan landasan pacu.

‎“Kalau runway memenuhi standar untuk pesawat besar, tidak menutup kemungkinan ke depan pesawat berbadan besar bisa masuk ke Papua,” katanya.

‎Untuk penerbangan perdana hari ini, tingkat keterisian penumpang tercatat hampir mencapai 80 persen, didorong oleh program promosi tiket yang telah dilakukan sejak dua minggu sebelumnya.

‎“Promo sudah kita jalankan H-2 minggu, dengan tiket murah untuk memicu pasar, dan hasilnya cukup baik,” tutupnya.