Kesehatan

Bupati Johannes Rettob Dorong Penguatan Puskesmas dan Pelayanan Prima di Mimika

×

Bupati Johannes Rettob Dorong Penguatan Puskesmas dan Pelayanan Prima di Mimika

Sebarkan artikel ini
Bupati Mimika, Johannes Rettob: Sesi foto bersama (Foto: Yani/ Torangbisa.com).

Timika, Torangbisa.com – Bupati Mimika, Johannes Rettob, menegaskan pentingnya penguatan puskesmas sebagai garda pelayanan kesehatan masyarakat, terutama di wilayah pesisir dan pegunungan, guna menghadirkan pelayanan kesehatan yang cepat, merata, dan berkualitas bagi seluruh warga Mimika.

Hal tersebut disampaikan Johannes Rettob saat membuka workshop penguatan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) puskesmas yang berlangsung di Hotel Horizon Diana, Rabu (20/05/2026).

Dalam sambutannya, Johannes menekankan bahwa pelayanan kesehatan di Kabupaten Mimika masih menghadapi berbagai tantangan besar, khususnya di wilayah pedalaman yang memiliki kondisi geografis sulit dan persoalan keamanan.

“Kita ingin fasilitas kesehatan semakin dekat dengan masyarakat. Kalau memang jaraknya jauh, maka transportasi dan aksesnya harus dipermudah agar masyarakat tidak kesulitan mendapatkan pelayanan kesehatan,” ujarnya.

Menurut Johannes, penguatan status BLUD puskesmas menjadi langkah penting agar pelayanan kesehatan dapat berjalan lebih fleksibel dan profesional, termasuk dalam pengelolaan fasilitas, tenaga kesehatan, hingga pelayanan kepada masyarakat.

Ia mengungkapkan, salah satu tantangan utama di Mimika adalah keterbatasan sumber daya manusia, terutama dokter dan tenaga spesialis di sejumlah puskesmas wilayah pedalaman.

“Banyak puskesmas yang sudah memiliki fasilitas cukup baik, tetapi tenaga dokter dan tenaga spesialis masih kurang. Bahkan ada alat kesehatan yang tersedia tetapi tidak dimanfaatkan secara maksimal,” katanya.

Selain persoalan tenaga medis, Johannes juga menyoroti sistem kerja tenaga kesehatan di wilayah pedalaman yang masih menggunakan pola pergantian kerja atau “shift” bulanan akibat kondisi geografis dan keamanan.

Ia meminta Dinas Kesehatan untuk melakukan evaluasi terhadap distribusi tenaga kesehatan agar pelayanan tetap berjalan optimal dan tidak membebani anggaran daerah.

Dalam kesempatan itu, Johannes turut mengingatkan seluruh tenaga kesehatan agar memberikan pelayanan yang ramah dan profesional kepada masyarakat tanpa membeda-bedakan pasien.

“Melayani masyarakat harus dengan senyum dan sikap yang baik. Jangan karena tidak kenal lalu wajahnya masam. Semua masyarakat harus dilayani dengan baik,” tegasnya.

Bupati juga menyoroti tingginya angka kasus malaria di Mimika yang menurutnya tidak hanya berkaitan dengan pelayanan kesehatan, tetapi juga kondisi lingkungan masyarakat.

“Kalau lingkungan tidak bersih, air tergenang di mana-mana, rumput tinggi, maka nyamuk berkembang dan malaria tetap tinggi. Jadi kesehatan itu harus dikerjakan bersama-sama,” ujarnya.

Selain itu, Johannes mengungkapkan bahwa Kabupaten Mimika sempat kehilangan kepesertaan BPJS bagi sekitar 52 ribu warga.

Karena itu, pemerintah daerah kini berupaya mempertahankan cakupan kepesertaan agar tidak turun dari 98 persen.

Ia meminta seluruh tenaga kesehatan untuk mendata masyarakat yang belum memiliki BPJS agar segera diproses sehingga target kepesertaan 100 persen dapat tercapai.

“Saya mau targetnya 100 persen masyarakat harus memiliki BPJS supaya pelayanan kesehatan bisa dijangkau semua warga,” katanya.

Johannes berharap melalui workshop tersebut seluruh peserta dapat memperoleh pemahaman yang lebih baik terkait pengelolaan BLUD puskesmas sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Mimika.

“Momentum ini harus dipakai untuk memperkuat komitmen bersama menghadirkan pelayanan kesehatan yang profesional, berkualitas, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tutupnya.

Kesehatan

Timika, Torangbisa.com – Pemerintah Kabupaten Mimika terus memperkuat penanganan malaria dengan membentuk Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Malaria di bawah Dinas Kesehatan sebagai langkah mempercepat penurunan hingga eliminasi kasus malaria di wilayah tersebut.