Timika, Torangbisa.com – Bupati Mimika, Johannes Rettob, menyampaikan apresiasi kepada Institut Nani Hasanuddin atas komitmennya mencetak tenaga kesehatan profesional dalam acara yudisium Sarjana Keperawatan (S1) kelas kerja sama Mimika yang berlangsung di Gedung Eme Neme Yauware, Jumat (24/04/2026).
Dalam sambutannya, Bupati Mimika, Johannes Rettob, mengatakan bahwa yudisium bukan sekadar seremoni akademik, tetapi merupakan tonggak penting dalam perjalanan hidup mahasiswa menuju dunia pengabdian nyata di tengah masyarakat.
“Gelar sarjana yang saudara raih bukan hanya simbol keberhasilan akademik, tetapi juga amanah yang harus dipertanggungjawabkan melalui pelayanan kesehatan yang berkualitas dan penuh empati,” ujarnya.
Bupati juga memberikan apresiasi kepada Institut Nani Hasanuddin yang dinilai konsisten dalam mencetak sumber daya manusia di bidang kesehatan, khususnya tenaga keperawatan yang profesional dan berintegritas.
Menurutnya, peran tenaga kesehatan, khususnya perawat, sangat strategis dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di Kabupaten Mimika. Ia berharap para lulusan mampu menjawab kebutuhan pelayanan kesehatan yang terus berkembang.
Lebih lanjut, Johannes Rettob menekankan pentingnya profesionalisme, integritas, dan pelayanan dengan hati dalam menjalankan profesi sebagai tenaga kesehatan.
“Kita ingin pelayanan kesehatan yang terus meningkat. Itu hanya bisa dicapai jika kita bekerja dengan profesional, memiliki integritas, dan melayani dengan hati yang tulus,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan para lulusan agar tidak hanya berorientasi pada kepentingan pribadi, tetapi turut memberikan kontribusi bagi keluarga, masyarakat, pemerintah daerah, hingga bangsa dan negara.
Menutup sambutannya Bupati Mimika menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh peserta yudisium serta harapan agar ilmu yang diperoleh dapat memberikan manfaat luas.
“Selamat atas keberhasilan saudara-saudari sekalian. Teruslah mengabdi dan jaga nilai-nilai kemanusiaan dalam setiap tugas pelayanan,” tutupnya.











