Timika, Torangbisa.com – Pemerintah Kampung Karya Kencana, Distrik Wania, Kabupaten Mimika, menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kampung yang berlangsung di Kantor Kampung, Sabtu (7/11/2026).
Musrenbang tersebut menjadi wadah bagi masyarakat melalui RT, PKK, dan kader Posyandu untuk menyampaikan berbagai usulan program pembangunan yang benar-benar dibutuhkan warga.
Kepala Kampung Karya Kencana, Rakam Suntoro, dalam sambutannya menegaskan bahwa seluruh usulan yang disampaikan merupakan aspirasi murni masyarakat yang harus menjadi perhatian pemerintah kampung.
Ia mengingatkan agar usulan program tidak terlalu banyak, mengingat keterbatasan anggaran yang dialami kampung saat ini.
Menurutnya, Dana Desa mengalami pengurangan karena sebagian anggaran dialokasikan untuk mendukung pembangunan gerai, gudang, serta pengadaan alat transportasi Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih). Selain itu, Alokasi Dana Desa (ADD) dari Pemerintah Kabupaten Mimika juga mengalami penurunan akibat kebijakan efisiensi anggaran pemerintah pusat.
“Dana desa berkurang hampir 60 persen. Bahkan, berdasarkan informasi dari BPKAD, tahun depan kemungkinan kembali mengalami pengurangan akibat efisiensi dari pemerintah pusat,” jelas Rakam.
Meski anggaran mengalami pengurangan, ia mengatakan pemerintah tetap mengalokasikan dana untuk sejumlah program prioritas, seperti Bantuan Langsung Tunai (BLT), ketahanan pangan, padat karya tunai, serta penanganan stunting.
Karena itu, Rakam berharap seluruh RT dan lembaga kampung dapat mengusulkan program yang benar-benar mendesak dan memiliki manfaat langsung bagi masyarakat.
Salah satu kebutuhan yang menjadi perhatian adalah pembangunan jalan dan jembatan menuju pekuburan umum warga Karya Kencana.
Sementara itu, Kepala Distrik Kuala Kencana, Manase Omaleng, berharap Musrenbang menjadi momentum bagi masyarakat untuk menyampaikan kebutuhan pembangunan secara tepat sasaran.
Ia menekankan bahwa di tengah kebijakan efisiensi dan pengurangan anggaran, setiap usulan harus benar-benar mempertimbangkan kebutuhan prioritas masyarakat.
“Tidak usah banyak-banyak usulan, cukup satu atau dua yang penting benar-benar dirasakan masyarakat. Saya tidak banyak bicara, yang penting usulan benar-benar untuk kepentingan warga,” tegas Manase.
Di kesempatan yang sama, Tenaga Ahli P3MD Kabupaten Mimika, Ina, menjelaskan bahwa dalam Musrenbang tersebut terdapat 10 usulan program yang telah dihimpun.
Seluruh usulan tersebut akan direkap dan diserahkan kepada pemerintah kampung sebagai bahan penyusunan rencana program pembangunan tahun 2027.
Ia mengingatkan bahwa tidak semua usulan dapat langsung diakomodasi dalam satu tahun anggaran. Oleh karena itu, dokumen hasil Musrenbang perlu disimpan dengan baik sebagai bahan evaluasi dan perencanaan pembangunan pada tahun-tahun berikutnya.
“Tidak semua usulan bisa diakomodasi. Pelaksanaannya dilakukan secara bertahap. Yang penting, dokumen ini disimpan dengan baik supaya tahun depan bisa kita baca kembali,” terang Ina.
Kegiatan Musrenbang tersebut turut dihadiri perwakilan BPKAD, DPMK, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Bamuskam, LPM Kampung, aparat kampung, staf DPMK, serta tokoh masyarakat, tokoh adat, dan tokoh perempuan Kampung Karya Kencana.
Melalui Musrenbang ini, diharapkan perencanaan pembangunan Kampung Karya Kencana tahun 2027 dapat berjalan lebih terarah, sesuai kebutuhan masyarakat, serta tetap memperhatikan keterbatasan anggaran yang tersedia.

















