Scroll untuk baca artikel
Olahraga

Pemkab Mimika Tantang Pengurus Persejasi: Jangan Hanya Dilantik, Harus Bekerja Nyata!

×

Pemkab Mimika Tantang Pengurus Persejasi: Jangan Hanya Dilantik, Harus Bekerja Nyata!

Sebarkan artikel ini
Prosesi penyerahan bendera pataka Persejasi dalam rangka pengesahan dan pelantikan Pengurus Persejasi Kabupaten Mimika periode 2026–2029 (Foto: Yani/ Torangbisa.com)

Timika, Torangbisa.com – Pemerintah Kabupaten Mimika berharap kehadiran Perkumpulan Sepak Bola Berjalan Seluruh Indonesia (Persejasi) Kabupaten Mimika dapat mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pengembangan olahraga masyarakat.

Harapan tersebut disampaikan Staf Ahli Bupati Mimika Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Mimika, Petrus Pali Amba, saat menghadiri pengesahan dan pelantikan Pengurus Persejasi Kabupaten Mimika periode 2026–2029 di Hotel Serayu, Sabtu (7/11/2026).

Ads
Iklan ini dibuat oleh admin torangbisa

Dalam sambutannya, Petrus menyampaikan selamat dan sukses kepada seluruh pengurus yang secara resmi disahkan dan dilantik. Ia berharap amanah yang diberikan dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab, komitmen, komunikasi, serta semangat kebersamaan.

Menurutnya, pelantikan tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial atau pergantian kepengurusan, melainkan menjadi awal tanggung jawab besar untuk membangun, mengembangkan, dan memajukan olahraga sepak bola berjalan di Kabupaten Mimika.

Ia menilai Persejasi memiliki peran penting dalam mengembangkan olahraga yang dapat mendorong pola hidup sehat, meningkatkan kebugaran jasmani, mempererat persaudaraan, serta membangun semangat sportivitas di tengah masyarakat.

“Olahraga bukan hanya tentang aktivitas fisik maupun mengejar kemenangan dalam sebuah pertandingan, tetapi juga merupakan sarana untuk membentuk karakter, menanamkan nilai-nilai disiplin, kerja sama, kejujuran, persatuan, dan rasa saling menghargai,” ujarnya.

Petrus mengatakan pembangunan daerah tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur dan peningkatan perekonomian, tetapi harus diimbangi dengan pembangunan sumber daya manusia yang sehat, kuat, berkualitas, dan berprestasi.

Karena itu, olahraga memiliki peran strategis sebagai wadah pembinaan generasi muda sekaligus sarana membangun masyarakat yang aktif, produktif, dan memiliki semangat kebersamaan.

Ia berharap kepengurusan yang baru segera menyusun program kerja yang terarah, terukur, dan berkelanjutan. Selain melakukan pembinaan secara konsisten dan memperluas partisipasi masyarakat, Persejasi juga diharapkan menjalin kerja sama dengan pemerintah daerah, KORMI, serta seluruh pemangku kepentingan olahraga.

Pemerintah daerah juga mendorong Persejasi untuk terus menyosialisasikan dan memperkenalkan olahraga sepak bola berjalan kepada masyarakat secara lebih luas agar semakin banyak warga tertarik berpartisipasi dan menjadikannya sebagai bagian dari pola hidup sehat.

“Pada prinsipnya, pemerintah daerah mendukung berbagai upaya dalam memajukan dunia olahraga. Kita ingin agar Mimika tidak hanya menjadi daerah yang kaya akan sumber daya alam, tetapi juga memiliki sumber daya manusia yang sehat, berprestasi, dan mampu bersaing di tingkat regional, nasional maupun internasional,” tegasnya.

Petrus menambahkan, dukungan terhadap pengembangan olahraga merupakan tanggung jawab bersama, baik pemerintah, organisasi olahraga, dunia usaha, komunitas maupun masyarakat. Oleh sebab itu, diperlukan sinergi dan kolaborasi agar pembinaan olahraga dapat berjalan optimal.

Kepada seluruh pengurus yang baru dilantik, ia berpesan agar momentum tersebut menjadi awal untuk bekerja nyata, bukan sekadar menjalankan organisasi secara administratif.

Pengurus diminta membangun kekompakan, menciptakan inovasi, serta memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada masyarakat untuk terlibat dalam berbagai kegiatan olahraga tanpa membedakan latar belakang.

“Keberhasilan sebuah organisasi tidak hanya diukur dari terbentuknya kepengurusan, tetapi dari sejauh mana program kerja dapat dilaksanakan dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Karena itu, diperlukan kepemimpinan yang bertanggung jawab, komunikasi yang baik, serta komitmen seluruh pengurus untuk bekerja bersama,” katanya.

Sementara itu, Ketua Persejasi Kabupaten Mimika periode 2026–2029, Arlius Ricat Suebu, menyampaikan bahwa pihaknya akan memprioritaskan sosialisasi olahraga sepak bola berjalan kepada masyarakat di tiga distrik, instansi, dan berbagai komunitas di Kabupaten Mimika.

Ia menjelaskan, sepak bola berjalan merupakan olahraga rekreasi yang inklusif dan ramah usia, sehingga dapat diikuti masyarakat dari berbagai kelompok umur, termasuk para lanjut usia (lansia).

Olahraga ini memiliki aturan khusus, di antaranya pemain tidak diperbolehkan berlari maupun melakukan kontak fisik yang berpotensi membahayakan pemain lain.

Arlius juga berkomitmen membangun sinergi dengan KORMI, pemerintah daerah, lembaga swasta, dan berbagai komunitas untuk memperkuat ekosistem olahraga masyarakat di Mimika.

Ketua Persejasi Provinsi Papua Tengah, Dr. Habel Taime, turut mengapresiasi dukungan pemerintah daerah terhadap pengembangan sepak bola berjalan.

Ia berharap pengurus di Mimika dapat membesarkan organisasi dan terus meningkatkan pembinaan sehingga mampu berkontribusi dalam kompetisi tingkat nasional maupun internasional.

Senada dengan itu, Sekretaris Umum KORMI Provinsi Papua Tengah, Marius Istia, menjelaskan bahwa sepak bola berjalan merupakan salah satu cabang olahraga masyarakat yang berada dalam pembinaan KORMI.

Menurutnya, olahraga masyarakat tidak semata-mata berorientasi pada prestasi, tetapi lebih mengutamakan partisipasi masyarakat, kebugaran, dan peningkatan kualitas hidup.

Ia juga menyebut sepak bola berjalan memiliki potensi besar setelah Indonesia mampu meraih prestasi di tingkat internasional, termasuk menempati posisi juara kedua dalam kejuaraan dunia sepak bola berjalan.

Dengan terbentuknya kepengurusan Persejasi Kabupaten Mimika periode 2026–2029, diharapkan olahraga sepak bola berjalan semakin dikenal dan berkembang, sekaligus menjadi salah satu pilihan masyarakat untuk menjaga kesehatan dan mempererat kebersamaan.