Scroll untuk baca artikel
Politik

Kerukunan Loorlobai-Tam Gelar Maulid Nabi, Perkuat Persaudaraan dan Toleransi di Mimika

×

Kerukunan Loorlobai-Tam Gelar Maulid Nabi, Perkuat Persaudaraan dan Toleransi di Mimika

Sebarkan artikel ini
Suasana Perayaan Maulid Nabi Kerukunan Loorlobai-Tam (Foto: Yani/ Torangbisa.com). 

Timika, Torangbisa.com – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H yang digelar Kerukunan Loorlobai-Tam Kabupaten Mimika menjadi momentum untuk memperkuat persaudaraan, solidaritas, serta kerukunan antarumat beragama di tengah keberagaman masyarakat Kabupaten Mimika.

Kegiatan mengusung tema “Cinta Nabi, Tebar Kebaikan” tersebut berlangsung di Aula Masjid Babussalam, Timika, Sabtu (3/10/2026).

Ads
Iklan ini dibuat oleh admin torangbisa

Mewakili Pemerintah Kabupaten Mimika, Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, Petrus Pali Amba, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus dan panitia yang telah menyelenggarakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Menurutnya, Maulid Nabi tidak boleh dimaknai sebatas kegiatan seremonial keagamaan, tetapi harus menjadi momentum untuk kembali mengenal perjalanan hidup Rasulullah SAW, memahami perjuangannya, sekaligus meneladani akhlak mulia yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Peringatan Maulid Nabi bukan sekadar kegiatan seremonial dan keagamaan, tetapi merupakan momentum penting bagi kita semua untuk kembali mengenal perjalanan hidup Rasulullah SAW, memahami perjuangan beliau serta meneladani akhlak mulia yang telah beliau tunjukkan,” ujar Petrus.

Ia mengatakan, Rasulullah SAW merupakan suri teladan bagi seluruh umat manusia, terutama dalam membangun persaudaraan, memperkuat kepedulian terhadap sesama, serta menjaga persatuan.

Petrus mengajak keluarga besar Kerukunan Loorlobai-Tam menjadikan keteladanan Rasulullah SAW sebagai pedoman dalam membangun kehidupan masyarakat yang rukun, damai dan penuh kebersamaan.

Ia juga menegaskan bahwa Mimika merupakan daerah yang memiliki keberagaman suku, agama, budaya dan latar belakang masyarakat. Keberagaman tersebut, kata dia, merupakan kekayaan sekaligus kekuatan yang harus dijaga bersama.

“Saya berharap Kerukunan Loorlobai-Tam dapat terus mengambil bagian dalam menjaga persatuan dan kesatuan, mempererat tali silaturahmi serta menjadi bagian dalam menciptakan kehidupan masyarakat yang aman, damai dan harmonis di Kabupaten Mimika,” katanya.

Pemerintah Kabupaten Mimika, lanjut Petrus, akan terus mendukung kegiatan keagamaan dan kemasyarakatan yang memberikan dampak positif, memperkuat persaudaraan serta mendorong kehidupan masyarakat yang saling menghormati.

Ia menambahkan, pembangunan daerah tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik, tetapi juga pembangunan moral, spiritual dan kualitas kehidupan masyarakat.

“Melalui hikmah Maulid Nabi Muhammad SAW yang akan kita dengarkan bersama, semoga kita mendapatkan ilmu, pemahaman dan pesan-pesan yang bermanfaat untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Mimika, H. Abdul Muthalib Elwahan, mengapresiasi kebersamaan yang ditunjukkan masyarakat dalam kegiatan tersebut.

Ia mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga persaudaraan dan tidak mudah terpecah oleh berbagai perbedaan.

Menurutnya, persatuan harus menjadi kekuatan bersama dalam membangun Mimika dan Papua Tengah yang aman dan damai.

“Kalau kita bersatu, insyaallah kita akan kuat. Tetapi kalau kita bercerai-berai, kita akan mudah terpecah. Karena itu, mari kita tetap menjaga persaudaraan,” pesannya.

Abdul Muthalib juga berharap kegiatan seperti Maulid Nabi tidak hanya dilakukan sekali, tetapi dapat terus dilaksanakan sebagai ruang untuk mempererat silaturahmi masyarakat.

Ia turut menyampaikan pentingnya membangun kebersamaan antara masyarakat, tokoh agama dan pemerintah daerah.

“Marilah kita saling menghargai, saling menghormati dan menerima cinta damai di Tanah Papua, khususnya Kabupaten Mimika,” ujarnya.

Ketua Kerukunan Loorlobai-Tam Kabupaten Mimika, H. Mahdi Ohoirenan, menyampaikan terima kasih kepada seluruh tamu undangan, masyarakat, pemuda dan pemudi yang telah mengambil bagian dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.

Ia mengatakan, peringatan Maulid Nabi menjadi kesempatan bagi umat Islam untuk kembali mengingat perjuangan Rasulullah SAW dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.

“Atas nama kerukunan, kami menyampaikan terima kasih sebanyak-banyaknya atas kehadiran Bapak dan Ibu sekalian. Semoga melalui kegiatan ini kita semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan meneladani Rasulullah SAW,” katanya.

Mahdi juga mengapresiasi keterlibatan para pemuda-pemudi serta masyarakat yang ikut membantu menyukseskan kegiatan Maulid Nabi.

Sementara itu, Ketua Panitia, Arifin Letsoin, menyampaikan laporan pelaksanaan sekaligus ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan tersebut.

Ia berharap momentum Maulid Nabi dapat terus menjadi ruang untuk mempererat hubungan kekeluargaan dan meningkatkan kebersamaan masyarakat.

Kegiatan tersebut kemudian dilanjutkan dengan tausiah dan hikmah Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai bagian dari upaya meningkatkan keimanan dan ketakwaan umat Islam.

Tema “Cinta Nabi, Tebar Kebaikan” diharapkan tidak berhenti sebagai slogan, tetapi diwujudkan melalui sikap saling menghormati, menjaga persaudaraan dan menebarkan kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.