Timika, Torangbisa.com — Pemerintah Kabupaten Mimika terus mendorong pengembangan sektor pertanian melalui program strategis nasional dengan target pengembangan lahan mencapai sekitar 7.000 hektare.
Plt Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Mimika, Abdul Haris Sudharmono, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari program strategis nasional pemerintah pusat.
Hal tersebut disampaikan Abdul Haris saat diwawancarai awak media usai apel pagi di Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika, Senin (14/9/2026).
Selain target pengembangan 7.000 hektare, Pemkab Mimika juga terus mengoptimalkan lahan sawah yang sebelumnya telah dicetak sekitar 500 hektare, khususnya di wilayah SP5 dan SP7.
“Yang 500 hektare itu sudah dicetak sebelumnya. Itu milik daerah dan masyarakat di SP5, kemudian di SP7 juga ada,” ujar Abdul Haris.
Ia menjelaskan, sebagian lahan tersebut sempat menjadi lahan tidur karena tidak dikelola selama bertahun-tahun. Pemerintah kini kembali membuka dan mengaktifkan lahan tersebut karena pada dasarnya sudah merupakan kawasan persawahan.
“Sebagian selama ini dibiarkan menjadi lahan tidur. Jadi kita buka kembali dan itu tidak terlalu sulit karena memang sudah sawah, hanya karena bertahun-tahun tidak pernah diolah sehingga rumputnya tinggi lagi,” jelasnya.
Untuk wilayah SP5, lahan sawah tersebut berada di Kampung Limu Asri Barat dan Limu Asri Timur.
Sementara itu, kondisi persawahan di SP7 masih berjalan dengan baik. Abdul Haris mengatakan petani di kawasan tersebut masih melakukan produksi dan panen secara rutin. Selain itu, sistem irigasi di SP7 dinilai cukup baik.
“Kalau di SP7 berproduksi seperti biasa, ada panen juga dan irigasinya sangat bagus. Sehingga kita akan bikin lebih luas lagi SP7,” katanya.
Saat ini, lahan pertanian yang masih aktif di SP7 diperkirakan mencapai sekitar 50 hektare.
Selain lahan yang dikelola melalui program pemerintah, Abdul Haris menyebut masyarakat juga mulai menunjukkan inisiatif dengan membuka lahan pertanian secara mandiri di sejumlah wilayah, termasuk Muari dan Sodaya.
Menurutnya, semangat masyarakat tersebut akan menjadi perhatian pemerintah dalam pengembangan pertanian ke depan.
“Kita lebih fokus ke petani yang minta untuk dibukakan lahan. Berarti mereka serius. Banyak yang minta, banyak yang mengajukan proposal,” ungkapnya.
Ia mengatakan berbagai usulan masyarakat tersebut nantinya akan diarahkan melalui program pemerintah pusat karena dukungan anggaran untuk sektor pertanian cukup besar.
“Yang punya dana besar itu dari kementerian dan di dalamnya juga kita akan dibackup oleh batalion TNI,” jelas Abdul Haris.
Abdul Haris menambahkan sebanyak satu batalion TNI yang turut mendukung program pertanian melalui kerja sama dengan Kementerian Pertanian.
Kerja sama tersebut diarahkan untuk mendukung pengembangan komoditas padi dan ubi kayu.
“Ada satu batalion dari TNI, karena TNI ini melakukan MoU dengan Kementerian Pertanian untuk padi dan ubi kayu,” katanya.
Menurutnya, dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya mempercepat pengembangan lahan pertanian sekaligus mendorong peningkatan produksi pangan di Kabupaten Mimika.
Pemerintah daerah, kata Abdul Haris, akan terus mendorong masyarakat yang memiliki kemauan untuk mengelola lahan agar dapat masuk dalam program pengembangan pertanian sesuai ketentuan yang berlaku.
Ia berharap optimalisasi lahan yang sudah tersedia serta pembukaan lahan baru dapat meningkatkan produktivitas pertanian dan memperkuat ketahanan pangan masyarakat Mimika.
















