Timika, Torangbisa.com — Rapat Koordinasi (Rakor) Protokol Pemerintah Kabupaten Mimika resmi ditutup setelah berlangsung selama tiga hari di Hotel Grand Tembaga, Timika, Kamis (10/9/2026).
Penutupan kegiatan tersebut dihadiri Staf Ahli Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Mimika, Petrus Pali Amba, Kepala Bagian Humas dan Protokol Setda Mimika, Alfasiah, narasumber, perwakilan perangkat daerah, organisasi kemasyarakatan, organisasi kepemudaan, organisasi keagamaan serta para peserta rakor.
Dalam sambutannya, Petrus menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada narasumber, peserta dan panitia yang telah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh perhatian dan tanggung jawab.
Menurutnya, Rakor Protokol tidak sekadar menjadi sarana untuk meningkatkan pemahaman mengenai tugas dan fungsi keprotokolan, tetapi juga menjadi momentum untuk menyatukan persepsi serta memperkuat koordinasi dalam mewujudkan pelayanan pemerintahan yang profesional.
“Rapat koordinasi ini bukan sekadar kegiatan untuk meningkatkan pemahaman mengenai tugas-tugas keprotokolan, tetapi menjadi momentum untuk menyatukan persepsi dan memperkuat koordinasi dalam memberikan pelayanan pemerintahan yang profesional,” ujar Petrus.
Ia mengatakan, tema kegiatan “Protokol Profesional, Pelayanan Prima, Citra Pemerintah Daerah Berwibawa” mengandung pesan penting mengenai posisi protokol sebagai bagian dari wajah pemerintah daerah.
Menurutnya, cara petugas protokol menyambut tamu, mengatur sebuah acara, memberikan pelayanan, berkomunikasi hingga menghadapi perubahan situasi akan mencerminkan kualitas pemerintah daerah.
“Protokol merupakan bagian dari wajah pemerintah daerah. Cara kita menyambut, mengatur sebuah acara, memberikan pelayanan, berkomunikasi serta menghadapi berbagai perubahan situasi akan mencerminkan kualitas pemerintah daerah,” katanya.
Karena itu, Petrus berharap seluruh jajaran yang memiliki tugas keprotokolan dapat bekerja secara lebih profesional, cepat, tepat, responsif, komunikatif dan mampu beradaptasi dengan berbagai situasi.
Ia menegaskan, seorang protokol tidak hanya dituntut mampu mengatur jalannya sebuah acara, tetapi juga harus memiliki ketenangan, ketelitian serta kemampuan mengambil keputusan secara tepat.
“Di balik suksesnya sebuah kegiatan pemerintahan, terdapat kerja keras dan tanggung jawab besar dari para petugas protokol,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Bagian Humas dan Protokol Setda Mimika, Alfasiah, menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang tetap mengikuti kegiatan selama tiga hari.
Ia mengatakan, tingginya antusiasme peserta menunjukkan bahwa materi keprotokolan tidak hanya menjadi perhatian bagi pegawai yang secara khusus bertugas di bagian protokol.
“Dari 150 target peserta yang kami undang, ternyata yang hadir mencapai sekitar 200 orang. Artinya, materi-materi terkait protokol bukan hanya menjadi perhatian mereka yang memiliki tugas dan fungsi di bagian protokol, tetapi juga dianggap penting oleh banyak pihak,” ujar Alfasiah.
Ia juga memberikan apresiasi kepada narasumber yang dinilai mampu menyampaikan materi keprotokolan secara lugas, menarik dan mudah dipahami peserta.
Menurut Alfasiah, kegiatan tersebut memberikan tambahan pengetahuan kepada peserta mengenai berbagai aspek keprotokolan yang selama ini mungkin belum dipahami secara menyeluruh.
“Kita berharap apa yang kita terima bersama dalam kegiatan ini bisa kemudian kita praktikkan sama-sama,” katanya.
Alfasiah menegaskan, penyelenggaraan sebuah kegiatan bukan hanya menjadi tanggung jawab bagian protokol. Penyelenggara kegiatan memiliki tanggung jawab penuh terhadap pelaksanaan acara sejak tahap persiapan hingga selesai.
Namun, apabila dalam suatu kegiatan menghadirkan atau mengundang pimpinan daerah, seperti Bupati dan Wakil Bupati Mimika, maka bagian protokol akan menjalankan fungsi pendampingan dan memastikan aspek keprotokolan berjalan sesuai ketentuan.
Ia juga meminta organisasi kemasyarakatan, organisasi kepemudaan maupun organisasi keagamaan yang mengundang pimpinan daerah untuk berkoordinasi dengan bagian protokol, khususnya terkait susunan acara.
“Apabila kami dari protokol hadir mendampingi pimpinan, biasanya kami selalu melakukan konfirmasi terkait susunan acara. Ini menjadi bagian dari tanggung jawab kami,” jelasnya.
Alfasiah mencontohkan, salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah urutan pemberian sambutan dalam sebuah acara, khususnya ketika terdapat pejabat pemerintah daerah.
Ia menjelaskan, dalam tata keprotokolan, pemberian kesempatan sambutan harus disusun berdasarkan ketentuan dan tingkat kedudukan pejabat yang hadir.
“Pada dasarnya, yang paling terakhir dan menghormati adalah memberikan kesempatan sambutan terakhir kepada yang tertinggi,” jelasnya.
Ia berharap pengetahuan yang diperoleh selama Rakor Protokol dapat diterapkan oleh seluruh peserta, baik di lingkungan perangkat daerah maupun organisasi kemasyarakatan.
Alfasiah juga menyampaikan terima kasih kepada narasumber dan seluruh peserta yang telah mengikuti kegiatan dengan penuh semangat sejak awal hingga penutupan.
“Semoga apa yang kita dapatkan selama kegiatan ini bisa kita terapkan dalam melaksanakan pekerjaan kita masing-masing, baik di perangkat daerah maupun organisasi masyarakat, sehingga pelayanan kita ke depan bisa lebih baik lagi,” pungkasnya.














