Scroll untuk baca artikel
Mimika

Tidak Ada Illegal Fishing, Nelayan Kecil Sering Jadi Sasaran Pembajakan

×

Tidak Ada Illegal Fishing, Nelayan Kecil Sering Jadi Sasaran Pembajakan

Sebarkan artikel ini
Kepala Satuan Polairud Polres Mimika, Iptu Kristian Psakor (Foto: Istimewa)

Timika, Torangbisa.com — Aktivitas illegal fishing hingga kini tidak ditemukan di wilayah perairan Poumako dan sekitarnya. Namun, nelayan lokal, khususnya yang menggunakan kapal-kapal kecil, justru masih menghadapi ancaman pembajakan saat beraktivitas di sekitar muara Poumako.

Kasat Polairud Polres Mimika, Iptu Kristianus Psakor, SH, mengatakan pihaknya tidak menemukan adanya praktik illegal fishing di wilayah perairan tersebut.

Ads
Iklan ini dibuat oleh admin torangbisa

“Sampai saat ini tidak ada. Cuma kadang ada beberapa kejadian terkait dengan nelayan-nelayan kita yang kecil. Warga ini, masyarakat yang di bawah ini kadang membajak mereka yang nelayan-nelayan kecil,” ujar Kristianus, Selasa (8/9/2026).

Ia menjelaskan, setiap laporan mengenai aksi pembajakan langsung direspons oleh personel Polairud. Polisi bahkan melakukan pengejaran terhadap para pelaku. Namun, kondisi di sekitar perairan dan alur sungai membuat pelaku beberapa kali berhasil meloloskan diri.

“Saat kita respon mereka sudah hilang, sudah masuk kali, dan mereka menghindar dari kejaran kita, polisi,” katanya.

Menurut Kristianus, dari sejumlah laporan yang diterima, sasaran pembajakan umumnya merupakan nelayan lokal dengan jumlah awak yang sedikit. Kapal-kapal kecil dinilai lebih mudah dihadang oleh pelaku ketika melintas di sekitar muara Poumako.

“Dari beberapa laporan ini masih kapal-kapal kecil, nelayan-nelayan lokal yang bisa mereka hadangi. Mungkin tiga orang yang bisa mereka hadangi di muara Poumako,” jelasnya.

Berbeda dengan kapal-kapal kecil, kapal berukuran besar sejauh ini tidak menjadi sasaran. Jumlah awak yang mencapai puluhan orang membuat pelaku dinilai tidak mudah melakukan aksinya.

“Kalau kapal besar sih mungkin tidak, karena di dalam kapal itu kurang lebih sampai 30–40 orang. Nah, yang mereka bajak ini kan mereka berpikir juga, lawan mereka ini kan banyak,” ungkapnya.

Kristianus menegaskan, berdasarkan informasi yang diterima polisi, aksi pembajakan tersebut bukan dilakukan oleh kelompok terorganisasi. Para pelaku disebut bergerak secara individu.

“Nah, ini mereka individu,” tegasnya.

Polairud Polres Mimika telah melakukan koordinasi dengan kepala kampung setempat untuk menindaklanjuti laporan tersebut. Polisi juga telah mengantongi sejumlah data warga yang diduga terlibat dalam aksi pembajakan.

“Seperti kejadian kemarin, sudah kami koordinasi ke kepala kampung. Sudah ada beberapa data warga yang melakukan itu sudah kita kantongi. Tinggal tunggu waktunya untuk kita ambil yang bersangkutan,” pungkas Kristianus.

Polairud Polres Mimika mengimbau nelayan lokal yang beraktivitas di perairan Poumako dan sekitarnya agar meningkatkan kewaspadaan, terutama saat melintas di kawasan muara.

Masyarakat juga diminta segera melaporkan kepada aparat apabila mengalami atau mengetahui adanya aksi pembajakan maupun gangguan keamanan di wilayah perairan.

Mimika

Timika, Torangbisa.com – Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Mimika mendorong hasil penelitian dan riset yang dilakukan perguruan tinggi dapat menjadi dasar penyusunan program dan kebijakan pemerintah daerah.