Morotai, Torangbisa.com — Kondisi jembatan penghubung yang menjadi akses aktivitas masyarakat Pulau Koloray dan Galo-Galo di Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, semakin memprihatinkan.
Kerusakan jembatan yang disebut warga telah berlangsung sejak 2025 hingga kini bahkan menyebabkan warga terjatuh dan mengalami luka.
Berdasarkan pantauan media ini pada Selasa (1/9/2026), sejumlah bagian lantai papan jembatan di tambatan perahu yang berada di kawasan Taman Kota Daruba tersebut telah terlepas dan mengalami kerusakan. Beberapa bagian beton juga terlihat patah.
Kerusakan tersebut membuat akses masyarakat menuju perahu menjadi semakin sulit dan berisiko, terutama ketika air laut dalam kondisi surut.
Salaswati, ibu rumah tangga berusia sekitar 50 tahun, mengaku telah dua kali terjatuh saat menggunakan jembatan tersebut. Insiden terakhir terjadi ketika dirinya hendak turun ke perahu untuk kembali ke Pulau Koloray, Kecamatan Morotai Selatan Barat.
Akibat terjatuh, Salaswati mengalami luka pada kedua lutut serta bagian wajah setelah tubuhnya terbentur dan terkena bagian papan jembatan yang telah rusak.
Ia mengatakan, masyarakat saat ini tidak lagi dapat menggunakan tangga dengan normal karena akses tersebut telah terhalang oleh lantai papan yang rapuh dan sebagian sudah tidak tersedia.
Kondisi itu membuat warga harus menunggu air laut pasang cukup tinggi agar dapat turun ke perahu. Saat air surut, posisi perahu menjadi lebih rendah sehingga warga kesulitan menjangkau perahu dari atas jembatan.
“Saya sudah dua kali jatuh. Yang terakhir kedua lutut dan wajah saya luka. Saya jatuh saat turun ke perahu untuk pulang ke Koloray,” ungkap Salaswati saat ditemui awak media di lokasi.
Menurutnya, tambatan perahu tersebut merupakan akses penting bagi masyarakat Pulau Koloray dan Galo-Galo yang hendak beraktivitas di Daruba maupun kembali ke pulau.
Karena itu, ia meminta Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai segera memperbaiki jembatan dan fasilitas tambatan perahu tersebut sebelum kembali memakan korban.
“Kami minta pemerintah segera perbaiki. Jangan sampai ada korban lagi baru diperhatikan,” harapnya.
Tambatan perahu yang berada di kawasan Taman Kota Daruba tersebut tidak hanya digunakan sebagai akses mobilitas masyarakat kepulauan, tetapi juga menjadi salah satu akses menuju kawasan wisata Pulau Dodola.
Namun, berdasarkan pantauan media ini, kondisi fasilitas tersebut hingga kini masih terlihat rusak. Kerusakan yang telah berlangsung sejak 2025 tersebut belum mendapat perbaikan secara menyeluruh.
Warga berharap pemerintah daerah segera melakukan perbaikan, terutama pada lantai papan, tangga dan bagian beton yang mengalami kerusakan, sehingga masyarakat dapat menggunakan akses tersebut dengan aman dan tidak lagi menjadi korban akibat buruknya kondisi fasilitas.















