Timika, Torangbisa.com – Bupati Mimika Johannes Rettob menegaskan penempatan dan pengembangan karier aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mimika ke depan tidak boleh lagi dilakukan secara sembarangan.
Penataan ASN akan mengacu pada kompetensi, kinerja, potensi, serta data objektif melalui penerapan manajemen talenta dan sistem merit.
Hal tersebut disampaikan Johannes saat membuka Profiling ASN Tahun 2026 di Aula Lantai 3 Kantor BPKAD Kabupaten Mimika, Kamis (27/8/2026).
“Ke depannya, siapa pun bupati yang menjabat, Bapak dan Ibu tidak akan lagi diacak-acak atau dipindah-tangani sembarangan. Kita akan tetap berpegang teguh pada prinsip dan aturan yang berlaku serta melaksanakannya secara tertib dan profesional,” tegas Johannes.
Profiling ASN 2026 diikuti sebanyak 2.644 ASN dan berlangsung selama empat hari, mulai 26 hingga 29 Agustus 2026.
Johannes mengatakan profiling merupakan bagian penting dalam membangun fondasi manajemen kepegawaian yang profesional, objektif, dan berbasis sistem merit.
Menurutnya, penerapan sistem tersebut juga akan memberikan kepastian bagi ASN dalam pengembangan karier, termasuk ketika terjadi pergantian kepala daerah.
“Hari ini kita mulai meletakkan sebuah fondasi yang kokoh bagi manajemen kepegawaian kita di Kabupaten Mimika. Sesuai dengan visi dan misi kami, semuanya berbicara tentang satu hal, yaitu bagaimana membangun birokrasi yang baik,” ujarnya.
Johannes menjelaskan, hasil profiling akan menjadi salah satu dasar pemerintah daerah dalam menentukan pegawai yang dinilai layak menduduki suatu jabatan.
Karena itu, penempatan ASN tidak lagi hanya mengandalkan pertimbangan tertentu, tetapi harus didukung rekam kompetensi, kinerja, potensi, dan kualifikasi masing-masing pegawai.
Ia meminta seluruh peserta mengikuti profiling dengan serius dan menunjukkan kemampuan terbaik agar dapat memperoleh posisi yang lebih baik dalam pemetaan manajemen talenta.
“Kegiatan profiling ini merupakan kesempatan emas untuk meningkatkan nilai tersebut. Bapak dan Ibu harus berpacu agar posisi bisa naik, setidaknya masuk ke tingkat tujuh, delapan, bahkan sembilan,” katanya.
Johannes mengatakan ASN yang berada pada kelompok talenta tersebut akan menjadi kandidat potensial untuk dipertimbangkan dalam pengisian jabatan.
“Karena dalam sistem, hanya mereka yang berada di tingkat tujuh, delapan, dan sembilan yang bisa kami pilih. Jika tidak demikian, saya tidak memiliki dasar untuk menentukan siapa pejabat yang tepat,” ujarnya.
Ia menargetkan setiap jabatan nantinya memiliki sedikitnya lima kandidat yang memenuhi kualifikasi.
Dengan demikian, pemerintah daerah memiliki sejumlah pilihan berdasarkan data ketika melaksanakan seleksi terbatas maupun seleksi terbuka sesuai ketentuan yang berlaku.
Johannes mengatakan pembenahan manajemen ASN di Mimika telah dimulai sejak 2025. Saat itu, profiling dilakukan dengan kuota sekitar 1.000 peserta.
Menurutnya, antusiasme ASN mengikuti proses tersebut menunjukkan adanya keinginan aparatur untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme.
ASN yang mengalami perubahan jenjang maupun jabatan juga perlu kembali menjalani penilaian agar data kompetensinya terus diperbarui.
Ia juga menyinggung pelaksanaan seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama yang sebelumnya dilakukan melalui evaluasi kinerja dan uji kompetensi.
“Hasilnya menjadi cerminan kemampuan Bapak dan Ibu. Mungkin ada yang beranggapan bahwa pengisian data itu rumit dan melelahkan, bahkan bisa memakan waktu hingga 24 jam penuh, namun itulah proses yang harus dihadapi,” katanya.
Johannes meminta seluruh ASN mengikuti profiling secara serius, jujur, objektif, dan bertanggung jawab.
“Ikutilah kegiatan ini dengan sungguh-sungguh, jujur, objektif, dan bertanggung jawab. Jangan takut pada pemetaan ini. Jadikan kesempatan untuk mengenali diri sendiri dan meningkatkan pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.
Kepala Bidang Promosi dan Mutasi BKPSDA Mimika, Natalia Walalayo, mengatakan Profiling ASN 2026 bertujuan memetakan kompetensi, kualifikasi, dan potensi aparatur.
Data tersebut nantinya digunakan untuk mendukung perencanaan karier, penataan jabatan, pengembangan kompetensi, hingga peningkatan kinerja organisasi.
“Pelaksanaan profiling ini didasarkan pada kebutuhan penguatan manajemen ASN berbasis sistem merit di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mimika,” kata Natalia saat membacakan laporan panitia.
Profiling diikuti ASN dari berbagai jenjang jabatan, mulai dari Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama, pejabat administrator, pejabat pengawas, pejabat fungsional kesehatan, guru, hingga jabatan pelaksana dan fungsional umum.
Pelaksanaan profiling dilakukan secara serentak di empat lokasi, yakni SMP Negeri 2 Mimika, SMP Negeri 11 Mimika, SMP YPPK Santo Bernardus Mimika, dan SMK Tunas Bangsa Mimika.
Pembukaan kegiatan turut dihadiri Kepala Kantor Regional IX BKN Jayapura Nur Hasan, Kepala BKPSDA Mimika Hermelina W. Imbiri, para asisten, staf ahli, pimpinan organisasi perangkat daerah, serta peserta profiling.
Pemkab Mimika berharap hasil profiling dapat menghasilkan basis data ASN yang lebih akurat dan komprehensif sebagai landasan pengembangan karier serta pengisian jabatan secara objektif berdasarkan sistem merit.

















