Timika, Torangbisa.com – Warga Kabupaten Mimika perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi paparan asap akibat tingginya jumlah titik panas yang terdeteksi di wilayah Papua Selatan.
Berdasarkan hasil pemantauan BMKG pada 19 Agustus 2026, terdapat sekitar 1.232 titik panas (hotspot) di wilayah Papua Selatan. Dari jumlah tersebut, sekitar 982 titik panas terdeteksi di Kabupaten Merauke.
Forecaster BMKG Timika, Muhammad An Nafi’, mengatakan tingginya jumlah titik panas tersebut berkaitan dengan kondisi kekeringan yang terjadi saat ini. Asap dari kebakaran di Papua Selatan berpotensi terbawa angin hingga mencapai wilayah Mimika.
“Kalau masalah asap terlihat lebih ke pagi hari hingga sore. Karena adanya kekeringan tersebut, di bagian Nabire kita juga melihat beberapa titik asap. Di Timika sendiri ada sekitar empat titik yang paling besar,” kata Muhammad.
Menurutnya, sebagian besar titik asap yang terdeteksi berada di wilayah Papua Selatan, khususnya Merauke. Kondisi angin menjadi salah satu faktor yang menyebabkan asap dari wilayah tersebut dapat bergerak menuju Mimika.
“Di sana banyak kebakaran dan anginnya berhembus dari timur atau tenggara ke barat, dari Merauke ke Timika. Jadi asapnya memengaruhi sampai ke Timika,” jelasnya.
Dengan jumlah hotspot yang cukup tinggi di Papua Selatan, masyarakat Mimika diminta tidak mengabaikan kondisi asap yang mulai terlihat pada waktu-waktu tertentu.
Asap umumnya lebih mudah terlihat pada pagi hingga sore hari, terutama ketika kondisi atmosfer mendukung akumulasi asap di suatu wilayah.
Muhammad menjelaskan, di Timika sendiri saat ini terdeteksi sekitar empat titik panas yang cukup besar. Namun, perhatian juga perlu diberikan terhadap pergerakan asap dari wilayah Papua Selatan karena jumlah titik panas di kawasan tersebut jauh lebih tinggi.
“Secara keseluruhan untuk Papua Selatan sebanyak 1.232 titik panas, sedangkan di Merauke sekitar 982 titik panas,” ungkapnya.

















