Timika, Torangbisa.com – Pemerintah Kabupaten Mimika akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan kondisi masyarakat dari Distrik Jila yang dikabarkan terdampak situasi keamanan pasca kontak tembak.
Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong, mengatakan dirinya belum menerima informasi secara lengkap mengenai perkembangan terakhir di Jila.
Namun, berdasarkan informasi yang diterimanya, terdapat sejumlah warga, khususnya perempuan, yang masih dalam proses penanganan.
Hal tersebut disampaikan Emanuel saat diwawancarai awak media di Hotel Horizon Diana Mimika, Kamis (20/8/2026).
“Saya belum melihat terlalu banyak. Tentang Jila, mungkin kemarin ada diskusi dengan pihak terkait, termasuk Kabupaten Pegunungan Bintang. Saya belum tahu perkembangan selanjutnya,” ujar Emanuel.
Ia mengatakan, informasi sementara yang diterima menyebutkan adanya sejumlah ibu-ibu atau perempuan yang mengalami kondisi tertentu. Bahkan, terdapat informasi mengenai satu atau dua orang yang disebut meninggal dunia, namun hal tersebut masih perlu dipastikan kebenarannya.
“Ini informasi yang saya dengar, tapi itu harus dipastikan. Apakah mereka sudah kembali atau belum,” katanya.
Emanuel menegaskan, Pemkab Mimika akan terus membangun komunikasi dengan pihak-pihak terkait guna memastikan kondisi masyarakat dan perkembangan situasi di Jila.
Menurutnya, kondisi tersebut tidak boleh berlangsung terlalu lama karena dapat berdampak terhadap aktivitas masyarakat, termasuk penerbangan dan proses pembangunan di wilayah tersebut.
“Kita berharap tidak terlalu lama. Ini mengganggu penerbangan, mengganggu semua aktivitas pembangunan daerah tertentu. Kita berharap pergerakan-pergerakan seperti ini lebih baik dihentikan saja,” tegasnya.
Terkait informasi mengenai kebutuhan bahan makanan bagi masyarakat di wilayah tersebut, Emanuel mengatakan pemerintah daerah akan segera melakukan koordinasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
Pemkab Mimika terlebih dahulu akan memastikan kondisi masyarakat, termasuk keberadaan mereka saat ini, apakah sudah kembali ke rumah masing-masing, berada di tempat penampungan, atau berada di lokasi lainnya.
“Nanti kami koordinasi dengan pihak terkait, dalam hal ini dinas-dinas terkait. Sejauh mana kebutuhannya dan masyarakat seperti apa, mereka sekarang ada di tempat mana, apakah kembali ke rumah masing-masing atau ada di penampungan,” jelasnya.
Emanuel menegaskan, apabila hasil koordinasi menunjukkan masyarakat membutuhkan bantuan, pemerintah daerah siap memberikan dukungan sesuai kebutuhan dan kewenangan yang ada.
“Kalau memang dibutuhkan, kita bantu. Pemerintah siap membantu,” pungkasnya.















