Timika, Torangbisa.com – Festival UMKM 2026 yang dilangsungkan di pelataran Eme Neme Yauware tidak hanya menjadi ajang hiburan dan pelestarian budaya, tetapi juga menjadi ruang bagi pelaku seni dan UMKM lokal untuk memperkenalkan berbagai produk kerajinan khas Mimika.
Salah satu pemilik stand, Antonius Waukuta, mengatakan festival tersebut menjadi momentum yang baik untuk memperkenalkan karya seni lokal kepada masyarakat.
Namun, ia berharap ke depan pemerintah dapat memberikan ruang yang lebih luas agar produk-produk seni Mimika tidak hanya berputar di pasar lokal.
Hal itu disampaikan Antonius saat diwawancarai awak media usai pembukaan Festival Eme Neme Yauware, Senin (10/8/2026).
Antonius menjelaskan, salah satu karya yang dipamerkannya berupa patung yang memiliki nilai budaya dan filosofi tersendiri. Dalam proses pembuatannya, diperlukan perhatian khusus karena terdapat unsur roh atau nilai spiritual yang diyakini terkandung dalam patung tersebut.
“Ini artinya orang-orangan. Dia punya roh di dalam juga. Jadi kalau kita sedang membuat, tidak bisa ditinggalkan begitu saja sampai selesai,” ujar Antonius.
Untuk harga, patung yang dipamerkan tersebut bervariasi, tergantung ukuran dan bentuknya. Patung berukuran besar dibanderol sekitar Rp200 ribu hingga Rp300 ribu, sedangkan ukuran kecil sekitar Rp100 ribu.
Menurut Antonius, pelaksanaan Festival Eme Neme Yauware dinilai sangat baik karena memberikan kesempatan kepada pelaku seni untuk memamerkan hasil karya mereka.
Namun, ia berharap kegiatan serupa tidak hanya menjadi agenda pameran yang berulang di tempat yang sama, melainkan dapat menjadi pintu bagi pelaku seni Mimika untuk mengikuti berbagai pameran di luar daerah.
“Memang bagus. Tapi yang biasa kita kesal, di tempat pameran seperti ini baru ulang-ulang kita bikin. Kadang karya yang kita ciptakan ini hanya berputar di sekitar kita saja, tidak dibawa keluar,” katanya.
Ia pun mengapresiasi dorongan Bupati Mimika yang menginginkan agar produk-produk lokal ke depan dapat diperkenalkan lebih luas.
Antonius berharap pemerintah dapat memfasilitasi para pelaku seni dan UMKM Mimika untuk mengikuti pameran budaya maupun pameran produk kreatif di daerah lain, bahkan hingga tingkat internasional.
“Ke depannya kita minta supaya bisa lebih baik. Produk ini dibawa keluar, internasional. Ada pameran-pameran budaya di tempat lain, kami disertakan ke sana dulu,” harapnya.
Menurutnya, langkah tersebut penting agar karya seni dan produk lokal Mimika memiliki pasar yang lebih luas dan tidak hanya mengandalkan pembeli dari dalam daerah.
“Kami ke depannya ingin produk seni ini bisa dipasarkan di luar Mimika, jangan di dalam Mimika saja. Kalau bisa menonjol ke luar, itu yang kami harapkan,” pungkasnya.

















