Timika, Torangbisa.com – Bupati Mimika Johannes Rettob mengatakan Pemerintah Kabupaten Mimika belum membuka penerimaan peserta didik baru untuk Program Sekolah Rakyat pada tahun ajaran ini karena belum memiliki gedung sekolah permanen.
Hal tersebut disampaikan Johannes Rettob saat diwawancarai awak media usai apel pagi di Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika, Senin (3/8/2026).
Menurut Johannes, pembangunan Sekolah Rakyat sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah pusat. Pemerintah Kabupaten Mimika hanya bertugas menyiapkan lahan sebagai lokasi pembangunan sekolah.
“Kalau Sekolah Rakyat itu semuanya dibangun oleh pemerintah pusat. Kami tidak mengurus pembangunan, pendidik maupun murid. Tugas kami hanya menyiapkan tanah. Polanya semua ada di pemerintah pusat,” kata Johannes.
Meski demikian, ia memastikan proses belajar mengajar bagi siswa Sekolah Rakyat yang saat ini mengikuti pembelajaran di sekolah transit tetap berjalan dengan baik.
“Proses belajar jalan terus. Kami selalu menerima laporan perkembangannya. Bahkan kalau ada satu siswa yang keluar, kami juga mengetahui penyebabnya karena ada laporan yang masuk,” ujarnya.
Johannes menjelaskan, pada tahun ajaran 2026/2027 Pemkab Mimika belum merekrut peserta didik baru untuk Sekolah Rakyat karena keterbatasan fasilitas.
“Tahun ini kita di Mimika tidak merekrut murid baru. Kenapa? Karena kita belum punya fasilitas sekolah. Yang ada sekarang ini masih sekolah transit. Nanti setelah gedung permanen selesai dibangun, baru kita bisa menerima murid baru lagi,” jelasnya.
Ia berharap pembangunan gedung Sekolah Rakyat oleh pemerintah pusat dapat segera terealisasi sehingga program tersebut dapat menjangkau lebih banyak anak di Kabupaten Mimika.

















