Timika, Torangbisa.com – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mimika mengungkapkan bahwa perbaikan menyeluruh ruas jalan dari kawasan SP2 hingga Jembatan Pasar Sentral membutuhkan anggaran sekitar Rp5 miliar.
Tingginya biaya tersebut disebabkan kerusakan tidak hanya terjadi pada permukaan jalan, tetapi juga pada fondasi di bagian bawah yang sudah mengalami kerusakan akibat beban kendaraan yang melampaui kapasitas.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mimika, Innosensius Yoga Pribadi, mengatakan pemerintah daerah saat ini masih melakukan penanganan sementara terhadap sejumlah ruas jalan rusak sambil menyiapkan perencanaan perbaikan permanen.
Saat diwawancarai awak media di Gedung Tongkonan, Jalan Sam Ratulangi, Senin (15/06/2026), Yoga menjelaskan bahwa keterbatasan anggaran serta kenaikan harga material menjadi tantangan dalam pelaksanaan perbaikan jalan secara menyeluruh.
“Untuk sementara kami melakukan penanganan agar jalan tetap aman dilalui masyarakat dan tidak menimbulkan kecelakaan lalu lintas,” ujarnya.
Menurutnya, hasil perhitungan konsultan menunjukkan bahwa perbaikan total ruas jalan dari kawasan SP2 hingga Jembatan Pasar Sentral membutuhkan anggaran sekitar Rp5 miliar.
Perhitungan tersebut bahkan dilakukan sebelum kenaikan harga BBM yang berdampak pada naiknya harga material konstruksi.
Yoga menjelaskan kerusakan jalan yang terjadi saat ini tidak cukup ditangani dengan penambalan biasa. Berdasarkan hasil kajian teknis, lapisan fondasi jalan di bawah permukaan telah mengalami kerusakan akibat beban kendaraan berat yang melintas melebihi kapasitas jalan.
“Fondasi jalan di bawah sudah patah sehingga terjadi kerusakan pada permukaan. Karena itu, jika ingin diperbaiki secara permanen harus dibongkar terlebih dahulu, kemudian dibuat ulang fondasinya sebelum dilakukan pengaspalan kembali,” jelasnya.
Ia menambahkan, salah satu faktor yang mempercepat kerusakan jalan adalah tidak adanya pengawasan terhadap tonase kendaraan yang masuk ke dalam wilayah kota.
“Kendaraan dengan muatan berat terus melintas, sementara kita belum memiliki pengawasan maksimal terhadap batas tonase kendaraan yang masuk ke ruas-ruas jalan tersebut,” katanya.
Untuk penanganan permanen, PUPR merencanakan metode perbaikan dengan membongkar lapisan jalan yang rusak, membangun kembali fondasi, serta memperkuat struktur jalan menggunakan cor beton sebelum dilakukan pelapisan aspal (overlay).
“Kalau ingin bertahan lama, harus dibangun ulang dari bawah. Bisa menggunakan cor beton terlebih dahulu baru kemudian di-overlay dengan aspal sehingga lebih kuat menahan beban kendaraan,” ujarnya.
Saat ini pemerintah daerah masih menyusun perencanaan teknis dan menyesuaikannya dengan kemampuan anggaran yang tersedia sebelum proyek perbaikan menyeluruh dapat dilaksanakan.












img class="alignnone size-full wp-image-34144" src="https://torangbisa.com/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260615-WA0247.jpg" alt="" width="1080" height="1350" />






