Scroll untuk baca artikel
Dinkes Mimika

Dinkes Mimika Evaluasi Layanan Bayi Baru Lahir, Libatkan 26 Puskesmas dan Klinik Swasta

×

Dinkes Mimika Evaluasi Layanan Bayi Baru Lahir, Libatkan 26 Puskesmas dan Klinik Swasta

Sebarkan artikel ini
Tenaga kesehatan dari 26 puskesmas dan klinik swasta mengikuti evaluasi pelayanan bayi baru lahir yang diselenggarakan Dinas Kesehatan Mimika di Hotel Grand Tembaga, Timika (Foto: Ilustrasi/torangbisa.com)

TIMIKA, Torangbisa.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak melalui penguatan sistem pencatatan dan pelaporan layanan bayi baru lahir.

Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan evaluasi program pelayanan bayi baru lahir yang melibatkan para dokter dan Penanggung Jawab Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS) dari 26 puskesmas serta sejumlah klinik swasta di Kabupaten Mimika. Kegiatan berlangsung di Ruang Kamora, Hotel Grand Tembaga, Rabu (10/6/2026).

Ads
Iklan ini dibuat oleh admin torangbisa

Kepala Seksi Kesehatan Keluarga Dinas Kesehatan Mimika, Nelly Pangaribuan, mengatakan pertemuan tersebut bertujuan memastikan seluruh fasilitas pelayanan kesehatan menjalankan standar pelayanan bayi baru lahir sesuai ketentuan nasional.

Menurut Nelly, pelayanan bayi baru lahir merupakan salah satu indikator penting dalam Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang kesehatan yang diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 6 Tahun 2024.

“Yang dinilai bukan hanya jumlah bayi yang lahir di fasilitas kesehatan, tetapi juga kelengkapan pelayanan yang diberikan kepada bayi setelah dilahirkan,” kata Nelly.

Ia menjelaskan, pelayanan bayi baru lahir mencakup tiga tahapan kunjungan, yakni Kunjungan Neonatal (KN) 1 sebagai layanan esensial, KN 2 sebagai layanan lanjutan, dan KN 3 yang berfokus pada pemantauan kondisi bayi.

Selain itu, setiap bayi juga wajib mendapatkan layanan skrining kesehatan sejak dini, termasuk pemeriksaan Penyakit Jantung Bawaan (PJB) dan Skrining Hipotiroid Kongenital (SHK).

Menurutnya, kedua jenis skrining tersebut menjadi bagian dari program prioritas pemerintah pusat dalam memperkuat deteksi dini gangguan kesehatan pada bayi baru lahir.

Dalam kegiatan evaluasi tersebut, peserta juga diberikan pembekalan terkait pengelolaan data dan penggunaan aplikasi kesehatan yang menjadi instrumen pelaporan nasional.

Data persalinan dan pelayanan kesehatan ibu serta anak dicatat melalui aplikasi GISI-GESGA, sementara data skrining bayi baru lahir harus diinput ke dalam Aplikasi Sehat Indonesiaku (ASIK).

Nelly menegaskan akurasi dan kelengkapan data menjadi salah satu fokus utama evaluasi, karena akan menentukan capaian indikator pelayanan kesehatan di Kabupaten Mimika.

“Kami ingin memastikan seluruh bayi baru lahir yang mendapatkan pelayanan di puskesmas maupun klinik telah tercatat dengan baik dalam sistem. Dari evaluasi ini akan terlihat fasilitas kesehatan mana yang sudah optimal dan mana yang masih mengalami kendala,” ujarnya.

Melalui forum tersebut, Dinkes Mimika juga membuka ruang diskusi bagi seluruh peserta untuk berbagi pengalaman, mengidentifikasi hambatan di lapangan, serta menyusun langkah perbaikan bersama guna meningkatkan kualitas layanan kesehatan bayi baru lahir di Mimika.

“Harapannya, seluruh tenaga kesehatan dapat saling belajar dan bersama-sama mencari solusi sehingga target pelayanan bayi baru lahir dapat tercapai secara maksimal,” pungkasnya.