Scroll untuk baca artikel
Dinkes MimikaKesehatan

Penumpukan Pasien di IGD Jadi Sorotan, RSUD Mimika Lakukan Koordinasi Intensif

×

Penumpukan Pasien di IGD Jadi Sorotan, RSUD Mimika Lakukan Koordinasi Intensif

Sebarkan artikel ini
Direktur RSUD Kabupaten Mimika, Faustina Helena Burdam Saat diwawancarai awak media usai rapat (Foto: Yani/ Torangbisa.com). 

Timika, Torangbisa.com – Direktur RSUD Kabupaten Mimika, Faustina Helena Burdam, memastikan pihaknya terus berupaya mencari solusi untuk mengatasi penumpukan pasien di Instalasi Gawat Darurat (IGD) yang kerap terjadi akibat tingginya jumlah kunjungan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Faustina Helena Burdam saat diwawancarai awak media usai mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi III DPRK Mimika di Kantor DPRK Kabupaten Mimika, Rabu (10/06/2026).

Ads
Iklan ini dibuat oleh admin torangbisa

Menurut Faustina, salah satu faktor yang menyebabkan IGD sering dipadati pasien adalah masih adanya masyarakat yang datang ke IGD meskipun kondisi kesehatannya tidak termasuk kategori darurat.

Selain itu, keterbatasan fasilitas pelayanan kesehatan dasar di sejumlah wilayah juga membuat masyarakat lebih memilih datang langsung ke rumah sakit.

“Memang ada langkah-langkah yang sedang kami lakukan. Kami terus membangun komunikasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika karena pelayanan dasar merupakan kewenangan fasilitas kesehatan tingkat pertama, sedangkan rumah sakit memberikan pelayanan lanjutan atau rujukan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, koordinasi dengan Dinas Kesehatan akan terus dilakukan guna mencari solusi terhadap persoalan penumpukan pasien di IGD yang selama ini menjadi perhatian bersama.

“Nanti akan ada pertemuan lanjutan dengan Kepala Dinas Kesehatan untuk mencari solusi terkait penumpukan pasien di IGD. Semua ini membutuhkan proses dan harus dilakukan secara bertahap,” katanya.

Faustina menambahkan, upaya penanganan persoalan tersebut sebenarnya telah masuk dalam perencanaan tahun 2026 dan saat ini sedang dalam tahap proses pelaksanaan.

“Saat ini semuanya masih berproses. Karena masih dalam tahapan berjalan, saya belum bisa menyampaikan kapan target rampungnya. Namun yang jelas kami terus berkomunikasi dengan Pemerintah Kabupaten Mimika dan DPRK untuk memastikan program ini dapat berjalan dengan baik,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa langkah penanganan kepadatan pasien di IGD telah mulai dianggarkan pada tahun 2026 sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat Mimika.

“Intinya program ini sudah mulai tahun ini dan telah dianggarkan pada tahun 2026,” pungkasnya.