Scroll untuk baca artikel
Dinkes Mimika

Tegas!, Kadinkes Mimika Sebut Narasi Nakes Jalan Kaki Akibat Obat Habis di Arwanop Tidak Sesuai Fakta

×

Tegas!, Kadinkes Mimika Sebut Narasi Nakes Jalan Kaki Akibat Obat Habis di Arwanop Tidak Sesuai Fakta

Sebarkan artikel ini
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Goldfried Maturbong (Foto:Ist/torangbisa.com)

TIMIKA, Torangbisa.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika,Golfried Maturbongs  membantah informasi yang beredar di media sosial terkait tenaga kesehatan (nakes) yang berjalan kaki dari Arwanop menuju Banti karena tidak tersedianya obat malaria, alat pemeriksaan kesehatan, maupun minimnya perhatian pemerintah terhadap pelayanan kesehatan di wilayah pegunungan.

Klarifikasi tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika melalui pernyataan resmi yang diterima Torangbisa.com pada Kamis malam, (11/6/2026).

Ads
Iklan ini dibuat oleh admin torangbisa

Dalam penjelasannya, Kepala Dinas Kesehatan menyatakan bahwa perjalanan kaki yang dilakukan sejumlah tenaga kesehatan bukan disebabkan oleh kekosongan logistik kesehatan, melainkan akibat terganggunya layanan transportasi udara menuju Arwanop karena pesawat subsidi sedang menjalani pemeliharaan dan perbaikan.

Menurutnya, saat kejadian akses penerbangan menuju Arwanop tidak dapat digunakan sehingga pihak Puskesmas Arwanop mengambil alternatif perjalanan darat untuk kebutuhan pergantian atau rotasi petugas kesehatan serta keberangkatan salah satu tenaga kesehatan yang akan mengikuti Pelatihan Dasar (Latsar).

“Perjalanan tersebut merupakan keputusan operasional yang diambil di tingkat puskesmas akibat keterbatasan transportasi udara yang sedang mengalami gangguan operasional,” jelasnya.

Kepala Dinas Kesehatan menegaskan bahwa informasi mengenai kekosongan obat malaria di Puskesmas Arwanop tidak sesuai dengan data yang dimiliki Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika.

Berdasarkan data logistik, hingga akhir April 2026 masih tersedia stok DHP Frimal sebanyak 393 tablet, DHP Dispersibel 456 tablet, Primaquin 1.648 tablet, serta Rapid Diagnostic Test (RDT) malaria sebanyak 621 unit.

Selain itu, pada 9 Juni 2026 Instalasi Farmasi Kabupaten (IFK) kembali menyalurkan logistik malaria ke Puskesmas Arwanop berupa 900 tablet DHP Frimal, 300 tablet DHP Dispersibel, 1.000 tablet Primaquin, dan 800 unit RDT malaria sesuai kebutuhan yang diajukan.

“Kami memastikan tidak terjadi kekosongan obat malaria maupun alat diagnosis malaria di Puskesmas Arwanop. Sistem distribusi logistik tetap berjalan dan kebutuhan puskesmas tetap dilayani sesuai permintaan,” tegasnya.

Dinas Kesehatan juga menjelaskan bahwa berdasarkan Peta Potensi Sebaran Malaria Kabupaten Mimika, wilayah Arwanop masuk dalam kategori zona hijau atau tidak berisiko tinggi terhadap penularan malaria.

Meski demikian, pihaknya mengakui pelayanan kesehatan di wilayah pegunungan masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama terkait akses transportasi dan keterbatasan sarana kesehatan. Karena itu, Dinas Kesehatan terus melakukan berbagai upaya untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan, termasuk melalui distribusi logistik kesehatan, koordinasi rujukan pasien, konsultasi medis jarak jauh, serta koordinasi dengan instansi terkait untuk mendukung akses transportasi ke wilayah terpencil.

Ia berharap masyarakat dapat memahami kondisi yang sebenarnya dan tidak langsung menyimpulkan bahwa perjalanan kaki tenaga kesehatan tersebut terjadi akibat kekosongan obat atau terhentinya pelayanan kesehatan.

“Kami mengajak semua pihak untuk melihat persoalan ini secara utuh berdasarkan fakta dan data yang ada sehingga informasi yang diterima masyarakat tetap objektif dan berimbang,” pungkasnya.