Timika, Torangbisa.com – Kepala Distrik Mimika Baru, Merlyn Temorubun, menyoroti persoalan distribusi minyak tanah subsidi yang dinilai belum tepat sasaran di sejumlah wilayah Distrik Mimika Baru.
Ia mengungkapkan masih ditemukan dugaan adanya warga yang mengangkut minyak tanah dalam jumlah besar, bahkan mencapai 20 hingga 30 jerigen, sementara masyarakat lain justru pulang tanpa mendapatkan jatah minyak.
Menurut Merlyn, kondisi tersebut tidak boleh dibiarkan karena menyangkut hak masyarakat kecil yang benar-benar membutuhkan BBM subsidi untuk kebutuhan sehari-hari.
“Kalau distribusi minyak tanah tidak dijaga dari sekarang, maka yang terjadi adalah yang kuat mengambil banyak, sementara masyarakat yang benar-benar butuh malah tidak kebagian,” tegasnya.
Ia menilai persoalan ini bukan sekadar antrean minyak tanah, melainkan menyangkut keadilan sosial bagi masyarakat.
Karena itu, Pemerintah Distrik Mimika Baru meminta seluruh Ketua RT yang baru terpilih agar aktif melakukan pengawasan distribusi BBM subsidi di lingkungan masing-masing.
Merlyn menegaskan peran RT tidak hanya sebatas mengurus administrasi warga, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam menjaga ketertiban sosial di tengah masyarakat.
Pemerintah distrik juga mengingatkan agar tidak terjadi praktik penimbunan, penjualan kembali, maupun perdagangan minyak tanah subsidi secara bebas, termasuk melalui media online.
“Minyak tanah subsidi adalah bantuan negara untuk masyarakat, bukan untuk permainan oknum,” ujarnya.
Distrik Mimika Baru, lanjut Merlyn, akan berkoordinasi dengan instansi teknis terkait guna memperkuat pengawasan dan penertiban distribusi serta penjualan BBM subsidi yang tidak sesuai ketentuan.
Ia berharap seluruh elemen masyarakat ikut menjaga agar subsidi pemerintah benar-benar dinikmati warga yang membutuhkan.
“Kalau bukan kita yang menjaga hak masyarakat kecil, siapa lagi?” pungkasnya.
















