Timika, Torangbisa.com – Pemeriksaan kesehatan hewan kurban di Masjid Babussalam menemukan adanya infeksi cacing hati pada tiga ekor sapi kurban.
Meski demikian, Staf Bidang Kesehatan Hewan Dinas Peternakan Kabupaten Mimika, Jack memastikan daging sapi kurban tetap aman dikonsumsi masyarakat karena organ yang terinfeksi langsung dipisahkan dan dimusnahkan.
Saat diwawancarai awak media di Masjid Babussalam, Rabu (27/05/2026), Jack menjelaskan bahwa pemeriksaan kesehatan hewan dilakukan dalam dua tahap, yakni pemeriksaan antemortem sebelum penyembelihan dan postmortem setelah hewan dipotong.
“Secara fisik saat pemeriksaan antemortem semua hewan sehat dan layak dipotong. Memang ada beberapa sapi yang terlihat agak kurus, tetapi kami belum bisa memastikan apakah itu sakit atau tidak sebelum dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” ujarnya.
Ia menjelaskan, setelah proses penyembelihan dilakukan pemeriksaan organ dalam terhadap dua ekor kambing dan enam ekor sapi kurban.
“Hasil pemeriksaan postmortem tadi ditemukan tiga ekor sapi yang hatinya terinfeksi cacing hati,” katanya.
Menurut Jack, sapi tersebut diduga berasal dari wilayah Seram dan kemungkinan terinfeksi karena pola pemeliharaan hewan yang diumbar bebas.
“Biasanya sapi yang diumbar bisa terinfeksi karena memakan keong atau sumber lain yang membawa parasit,” jelasnya.
Meski ditemukan cacing hati, Jack memastikan kondisi daging secara umum tetap aman untuk dikonsumsi masyarakat.
“Yang terinfeksi hanya organ hati. Organ lain seperti paru-paru, jantung, usus, dan limpa semuanya normal. Daging juga aman dikonsumsi,” tegasnya.
Organ hati yang terinfeksi langsung dipisahkan untuk dimusnahkan agar tidak dikonsumsi.
“Organ yang terkena kami afkir, bisa dikubur atau dibakar supaya tidak dimanfaatkan lagi,” tambahnya.
Jack menjelaskan, cacing hati tersebut dikenal dengan nama Fasciola gigantica atau secara umum disebut Fasciola hepatica.
“Parasit ini hanya menyerang hati sapi dan tidak menular ke manusia, babi, maupun anjing. Tetapi karena nutrisinya sudah rusak akibat dimakan cacing, maka hati yang terinfeksi tidak layak dikonsumsi,” terangnya.
Ia juga menyebutkan bahwa tim kesehatan hewan Dinas Peternakan Mimika disebar ke sejumlah masjid di Timika untuk melakukan pengawasan dan pemeriksaan kesehatan hewan kurban selama Iduladha 1447 Hijriah berlangsung.
“Kami tersebar di semua masjid di Timika untuk memastikan hewan kurban yang dipotong aman dan sehat untuk masyarakat,” pungkasnya.



















