Scroll untuk baca artikel
Religi

GMII Efata Gelar VBS Bagi Balita Hingga Remaja, Kepala Kampung Nawaripi Siap Perhatikan Pembinaan Anak Sekolah Minggu

×

GMII Efata Gelar VBS Bagi Balita Hingga Remaja, Kepala Kampung Nawaripi Siap Perhatikan Pembinaan Anak Sekolah Minggu

Sebarkan artikel ini
Kepala Kampung Nawaripi Norman Ditubun, Pendeta Sophia Sitaniapessy, para majelis gereja saat foto bersama (Foto: Riki Lodar/ Torangbisa.com)

Timika, Torangbisa.com – Gereja Misi Injili Indonesia (GMII) Efata Timika menggelar kegiatan Vacation Bible School (VBS) bagi anak-anak dimasa libur sekolah selama 3 hari. Kegiatan tersebut berlangsung di Gereja GMII, Jalan Maleo, Kampung Nawaripi, Selasa (7/7/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Kampung Nawaripi Norman Ditubun, Sophia Sitaniapessy, para majelis gereja, serta ratusan anak yang berasal dari Nawaripi, SP1, SP4, Irigasi Ujung hingga Koperapoka.

Ketua Panitia VBS, Debora Ratna Iba, mengatakan bahwa kegiatan tersebut telah menjadi agenda tahunan gereja sejak tahun 2010 dan terus mendapat sambutan positif dari masyarakat.

“Vacation Bible School selama tiga hari ini bertujuan mengisi masa libur anak-anak dengan kegiatan yang bermanfaat. Mereka belajar Alkitab dan nilai-nilai kehidupan yang baik. Program ini sudah kami lakukan setiap tahun sejak 2010,” ujarnya.

Menurut Debora, peserta VBS dibagi ke dalam lima kelompok usia agar materi yang diberikan dapat disesuaikan dengan tingkat pemahaman masing-masing anak. Kelompok tersebut terdiri dari kelas balita, kelas 1-2 SD, kelas 3-4 SD, kelas 5-6 SD, kelas remaja, serta kelompok usia SMA.

Tahun ini panitia menargetkan sebanyak 150 peserta, namun jumlah anak yang mendaftar dan mengikuti kegiatan ternyata melampaui target yang telah ditetapkan.

“Target kami tahun ini 150 anak, tetapi yang mengikuti sudah lebih dari 150 anak. Ini menunjukkan bahwa kegiatan VBS sangat diminati dan mendapat dukungan dari orang tua,” katanya.

Mengusung tema “Aku dan Bumiku”, VBS tahun ini tidak hanya mengajarkan nilai-nilai rohani, tetapi juga menanamkan kesadaran kepada anak-anak tentang pentingnya menjaga lingkungan sebagai ciptaan Tuhan.

“Kami ingin anak-anak memahami bahwa bumi ini adalah ciptaan Tuhan yang harus dijaga dan dirawat. Mereka juga harus belajar mencintai dan menjaga tanah tempat mereka hidup,” jelas Debora.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Kampung Nawaripi Norman Ditubun menyampaikan apresiasi kepada Pendeta dan seluruh Majelis GMII Efata yang telah memanfaatkan masa libur sekolah untuk membina anak-anak melalui kegiatan kerohanian yang positif.

“Saya sangat berterima kasih kepada ibu pendeta dan seluruh majelis GMII Efata yang hari ini melaksanakan kegiatan kerohanian yang luar biasa. Ini merupakan kegiatan yang sangat baik untuk membimbing anak-anak agar semakin giat belajar Alkitab dan bertumbuh dalam iman,” ujarnya.

Norman mengakui bahwa selama ini perhatian terhadap kegiatan anak-anak sekolah minggu masih belum maksimal. Karena itu, ia menyampaikan permohonan maaf sekaligus komitmennya untuk memberikan dukungan ke depan.

“Saya juga menyampaikan permohonan maaf karena selama ini kami belum banyak menyentuh kegiatan anak-anak sekolah minggu. Namun hari ini saya melihat sendiri betapa pentingnya kegiatan seperti ini bagi masa depan generasi kita,” katanya.

Menurutnya, semangat pelayanan yang ditunjukkan GMII Efata patut menjadi contoh. Meski memiliki fasilitas yang sederhana, gereja tetap mampu menghadirkan program yang berdampak bagi anak-anak dan masyarakat.

“GMII Efata mungkin memiliki gedung gereja yang kecil, tetapi mereka memiliki hati yang besar untuk melayani anak-anak. Ini yang harus kita apresiasi bersama,” ungkapnya.

Ia juga mengaku terkesan dengan antusiasme peserta yang datang dari berbagai wilayah, tidak hanya dari Kampung Nawaripi tetapi juga dari daerah sekitar seperti Irigasi Ujung dan Koperapoka.

“Saya dengar peserta datang dari Nawaripi, Irigasi Ujung, Koperapoka dan beberapa wilayah lainnya. Ini menunjukkan bahwa kegiatan ini sangat dibutuhkan dan mendapat respon yang baik dari masyarakat,” tambahnya.

Sebagai bentuk dukungan nyata, Norman menyatakan akan memperjuangkan bantuan bagi kegiatan sekolah minggu dan pembinaan keagamaan melalui forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kampung Nawaripi.

“Pada kesempatan ini saya sampaikan bahwa kami akan berupaya membantu kegiatan anak-anak sekolah minggu melalui Musrenbang Kampung Nawaripi. Begitu juga bantuan bagi gereja-gereja yang melaksanakan sekolah minggu serta sekolah pengajian. Pembinaan generasi muda harus menjadi perhatian bersama,” tegasnya.