Timika, Torangbisa.com – Kepala Rumah Sakit Bantuan (Rumkitban) Timika Kapten CKM drg. Adrian Yohanes mengungkapkan masyarakat Kampung Keakwa, Distrik Mimika Tengah, Kabupaten Mimika memiliki kerentanan terhadap sejumlah penyakit yang dipengaruhi kondisi lingkungan pesisir dan aktivitas sehari-hari warga.
Hal itu disampaikan saat pelaksanaan pelayanan kesehatan dalam rangka kegiatan TMMD ke-128 di Kampung Keakwa.
Menurut Adrian Yohanes, masyarakat Keakwa yang mayoritas tinggal di wilayah pantai memiliki pola penyakit yang berbeda dibandingkan masyarakat di Kota Timika.
“Kalau di sini masyarakat Keakwa itu kebanyakan masyarakat pantai. Untuk malaria di sini tidak setinggi kasusnya di Kota Timika,” ujarnya.
Namun demikian, tim kesehatan menemukan cukup banyak warga mengalami demam serta mulai muncul kasus gangguan penglihatan berupa bibit katarak, terutama pada kelompok usia lanjut hingga dewasa muda.
“Ada yang kita temukan pada orang tua bahkan dewasa muda itu sudah mulai muncul bibit katarak,” katanya.
Ia menjelaskan, tingginya paparan sinar matahari secara langsung menjadi salah satu penyebab meningkatnya risiko katarak di wilayah pesisir tersebut.
“Karena masyarakat di sini kesehariannya selalu terpapar matahari langsung yang mengenai mata, sehingga semakin tinggi kemungkinan munculnya katarak,” jelasnya.
Selain gangguan mata, penyakit kulit juga menjadi keluhan yang cukup banyak ditemukan pada masyarakat Keakwa.
Kondisi lingkungan yang lembab akibat air pasang membuat warga rentan mengalami infeksi jamur kulit atau yang biasa dikenal sebagai kutu air.
“Penyakit kulit seperti jamuran juga banyak ditemukan. Itu diakibatkan karena air di sini selalu pasang dan beberapa hari ini setiap sekitar jam dua air sudah pasang setinggi lutut orang dewasa, sehingga kulit gampang lembab,” ungkapnya.
Sementara untuk penyakit saluran pernapasan, Adrian mengatakan kasusnya ada namun tidak sebanyak penyakit kulit, katarak dan demam.
Dalam pelayanan kesehatan tersebut, Rumkitban Timika bekerja sama dengan tenaga kesehatan dari Pustu setempat untuk memberikan pemeriksaan dan pengobatan gratis kepada masyarakat.
“Dari kesehatan angkatan darat di sini ada Rumkitban dan juga dari Pustu sama-sama berkolaborasi menjalankan program cek kesehatan gratis,” ujarnya.
Ia mengaku antusiasme masyarakat mengikuti pemeriksaan kesehatan sangat tinggi, sehingga hampir seluruh tenaga kesehatan dari Pustu turun langsung membantu pelayanan.
“Masyarakat sangat antusias, sehingga nakes dari Pustu juga datang hampir full tim untuk melaksanakan pelayanan kesehatan gratis,” katanya.
Adrian menjelaskan, alur pemeriksaan kesehatan dimulai dari proses pendaftaran, dilanjutkan pemeriksaan malaria sesuai indikasi medis, konsultasi dokter hingga pengambilan obat di bagian apotek.
“Alur pemeriksaan kesehatan dimulai dari pendaftaran, setelah itu pemeriksaan malaria sesuai indikasi dan juga pemeriksaan dokter, kemudian resepnya bisa dibawa ke bagian apotek,” tutupnya.



















