Timika, Torangbisa.com – Pangdam XVII/Cendrawasih Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang menghadiri langsung penutupan program TMMD ke-128 di Kampung Keakwa, Distrik Mimika Tengah, Kabupaten Mimika, sekaligus meresmikan lima unit rumah layak huni untuk masyarakat setempat.
Usai penyerahan kunci rumah secara simbolis, Pangdam mengaku bahagia dapat hadir bersama warga Kampung Keakwa pada momen penutupan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) tersebut.
“Jadi hari ini saya sangat berbahagia bisa hadir di Kampung Keakwa bersama-sama dengan warga disini dalam rangka penutupan TMMD ke-128,” ujarnya.
Ia mengatakan, lima rumah yang diresmikan merupakan bentuk nyata kepedulian TNI terhadap masyarakat di wilayah pesisir Mimika.
Menurutnya, kondisi rumah warga sebelumnya sudah tidak layak huni, namun kini telah berubah menjadi tempat tinggal yang lebih nyaman dan aman.
“Hari ini saya meresmikan lima rumah. Seperti yang kita lihat, rumah sebelumnya tidak layak untuk ditinggali dan sekarang sudah bagus sehingga warga yang dipercaya tinggal di sana bisa merasa nyaman,” katanya.
Selain pembangunan rumah, Pangdam menjelaskan program unggulan Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) juga diwujudkan melalui pembangunan lima unit sumur bor dan MCK untuk membantu kebutuhan air bersih masyarakat.
Tak hanya itu, Satgas TMMD juga melaksanakan kegiatan pelestarian lingkungan dengan melakukan penanaman mangrove di kawasan pesisir Kampung Keakwa yang mengalami abrasi.
“Ada juga kegiatan menyatu dengan alam yaitu penanaman pohon mangrove, karena kita lihat di sekitar sini terjadi banyak abrasi. Dengan penanaman mangrove ini diharapkan ekosistem pantai bisa tetap terjaga,” ungkapnya.
Program TMMD ke-128 juga menyasar sektor ketahanan pangan melalui pembukaan lahan pertanian bagi masyarakat. Pangdam berharap warga yang selama ini bergantung pada hasil laut dapat memiliki alternatif penghasilan melalui kegiatan berkebun.
Di bidang nonfisik, Satgas TMMD turut memberikan berbagai penyuluhan kepada masyarakat mulai dari wawasan kebangsaan, pencegahan stunting, bahaya narkoba hingga edukasi kesehatan lainnya.
“Masyarakat selain menjadi nelayan juga bisa memanfaatkan lahan pertanian untuk berkebun,” tambahnya.



















