Timika, Torangbisa.com – Rasa haru dan syukur tak bisa disembunyikan dari wajah Nikodmeus Awaiti saat menerima rumah layak huni yang dibangun melalui program TMMD ke-128 di Kampung Keakwa, Distrik Mimika Tengah, Kabupaten Mimika.
Rumah yang kini berdiri kokoh itu menjadi harapan baru bagi Nikodmeus bersama istri dan keempat anaknya setelah bertahun-tahun hidup dalam kondisi serba kekurangan.
“Perasaan saya memang sangat senang, dan saya merasa bangga bisa mendapatkan rumah dari pemerintah dan TNI,” ujarnya penuh haru.
Ia menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Mimika dan jajaran TNI yang telah membantu membangun rumah untuk keluarganya.
“Saya juga minta terima kasih kepada bapak bupati, bapak wakil bupati, bapak Dandim, bapak Pangdam dan seluruh Satgas TMMD yang telah membangun rumah,” katanya.
Nikodmeus mengaku tidak mampu membalas segala bantuan yang diberikan. Ia hanya bisa menyerahkan semua kebaikan tersebut kepada Tuhan.
“Saya tidak bisa membalas, tapi kebaikan dari ketiga bapak nanti saya serahkan kepada Tuhan yang akan membalasnya,” ungkapnya.
Sebelum mendapatkan bantuan rumah, Nikodmeus dan keluarganya tinggal di rumah yang sangat memprihatinkan. Dinding rumah hanya terbuat dari gabah atau pelepah rumbia, sementara bagian atap menggunakan tenda seadanya tanpa pintu dan jendela.
“Kondisi rumah kami awalnya hanya berdinding gabah dan atap memakai tenda, tidak ada pintu dan jendela,” jelasnya.
Karena ukuran rumah yang kecil, ia bersama keluarga harus membuat sekat sederhana dari pelepah untuk dijadikan kamar bagi anak-anak dan istrinya.
“Kami membuat sekat dari gabah untuk kamar anak dan mama tinggal, karena kalau bersama tidak bisa, rumahnya kecil,” ujarnya.
Dengan enam anggota keluarga yang tinggal dalam rumah sederhana itu, kondisi semakin sulit ketika hujan turun.
“Kami berenam, bapak, mama dan empat anak. Kalau hujan pasti kami kena basah,” katanya.
Kini, melalui program TMMD ke-128, keluarga Nikodmeus akhirnya dapat menikmati rumah yang lebih layak dan nyaman untuk ditempati.
“Jadi kondisi rumah yang tidak layak itu akhirnya kami bisa dapatkan rumah yang dibangun oleh TMMD, dan kami sudah tidak kena hujan lagi,” tuturnya.
Sebagai bentuk rasa syukur, Nikodmeus berjanji akan menjaga rumah tersebut dengan baik dan menjadikannya warisan untuk anak-anaknya kelak.
“Setelah dapat rumah ini, saya berjanji untuk menjaga rumah ini dengan baik sampai masa tua dan saya akan tinggalkan untuk anak saya,” ujarnya.
Sehari-hari, Nikodmeus bekerja sebagai nelayan untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Ia mencari ikan dan keraka di laut. Namun ketika hasil tangkapan tidak mencukupi, ia harus mendayung hingga ke hutan untuk mengambil sagu sebagai makanan keluarga.
“Saya sehari-hari nelayan, mencari ikan dan keraka. Kalau di rumah sudah tidak ada makanan, berarti saya dayung ke hutan untuk pangkur sagu buat makan,” katanya.
Ia juga berharap anak-anaknya bisa tumbuh dan mendapatkan pendidikan yang lebih baik di masa depan. Saat ini, anak pertamanya duduk di bangku kelas 1 SD, anak kedua TK B, anak ketiga PAUD, sementara anak bungsunya belum bersekolah.



















