Adveditorial

Refleksi HUT Pattimura ke 209, Hajja Rampeani: Hak OAP Adalah Amanah Leluhur

×

Refleksi HUT Pattimura ke 209, Hajja Rampeani: Hak OAP Adalah Amanah Leluhur

Sebarkan artikel ini
Anggota DPRK Mimika, Hajja Rampeani Rachman Banau, S.Pd (Dok/Foto:Ilustrasi/torangbisa.com)

TIMIKA, (Torangbisa.com) – Peringatan Hari Ulang Tahun Kapitan Thomas Matulessy yang ke-209 menjadi momentum untuk kembali menyalakan semangat perjuangan, persatuan, dan keberpihakan kepada rakyat kecil, khususnya Orang Asli Papua (OAP).

Semangat perjuangan Pattimura yang diwariskan para leluhur Maluku terus hidup dalam pengabdian generasi masa kini, termasuk melalui suara perempuan Maluku di parlemen.

Srikandi Maluku Utara, Hajja Rampeani Rachman, selaku Anggota DPRK Mimika Komisi III, menegaskan bahwa perjuangan membela hak-hak OAP bukan sekadar tugas politik, melainkan amanah sejarah yang harus dijaga dan diteruskan.

Srikandi Maluku Utara, Hajja Rampeani Rachman, selaku Anggota DPRK Mimika Komisi III, menegaskan bahwa perjuangan membela hak-hak OAP bukan sekadar tugas politik, melainkan amanah sejarah yang harus dijaga dan diteruskan.

Menurutnya, memperjuangkan hak Orang Asli Papua adalah bentuk penghormatan terhadap para pendahulu, moyang, dan leluhur yang telah mengorbankan hidup mereka demi tanah dan masa depan generasi hari ini.

“Memperjuangkan hak OAP adalah titipan para pendahulu kita, moyang dan leluhur kita yang telah menjadi tulang belulang di atas tanah ini. Para pendahulu kita dulu datang mengabdikan diri di atas tanah Papua, mulai dari penginjil, guru, hingga misionaris yang melayani dari Kepala Burung, Papua Barat sampai Pegunungan Papua,” tegas Hajja Rampeani Rachman kepada Torangbisa.com, Jumat (15/5/2026).

Cucu dari Soleman Banau, anak dari Kapitan Banau bin Alum itu menegaskan dirinya akan terus memperjuangkan hak-hak Orang Asli Papua melalui parlemen. Baginya, keberadaan di lembaga legislatif bukan hanya sekadar jabatan politik, tetapi ruang pengabdian untuk menyuarakan kepentingan masyarakat Papua yang membutuhkan perhatian dan keberpihakan nyata.

Ia mengatakan, pengabdian para leluhur Maluku di tanah Papua telah menjadi bagian dari sejarah panjang pembangunan sumber daya manusia, pendidikan, dan pelayanan kemanusiaan di Tanah Papua. Karena itu, generasi hari ini memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga nilai persaudaraan dan terus memperjuangkan keadilan bagi masyarakat asli Papua.

Sebagai anggota legislatif di Kabupaten Mimika, dirinya terus mendorong kebijakan yang berpihak kepada masyarakat asli Papua, terutama dalam bidang pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, dan perlindungan hak-hak masyarakat adat.

Momentum HUT Pattimura ke-209 juga menjadi pengingat bahwa perjuangan para pahlawan tidak hanya dikenang melalui seremoni, tetapi harus diwujudkan lewat keberanian menjaga marwah rakyat, merawat persatuan, dan memperjuangkan kesejahteraan generasi penerus bangsa di Tanah Papua.