Timika, Torangbisa.com — Ketua DPRK Mimika, Primus Natikapereyau, mengatakan bahwa Tim Panitia Khusus (Pansus) Tapal Batas DPRK Mimika harus bergerak cepat dalam menyelesaikan persoalan tapal batas administrasi demi terciptanya situasi aman dan damai bagi masyarakat.
Hal tersebut disampaikan saat kunjungan kerja Tim Pansus Tapal Batas DPRK Mimika di Kampung Uta, Distrik Mimika Barat Tengah, Jumat (08/05/2026).
“Mungkin ada yang bertanya kenapa pemerintah sudah jalan, DPR juga jalan. Tetapi semangat kita supaya persoalan ini cepat terselesaikan. Kita tidak bisa saling mengharapkan, semua harus berjalan bersama,” ujarnya.
Ia menjelaskan telah memberikan tanggung jawab penuh kepada Tim Pansus Tapal Batas untuk menjalankan tugas mereka secara maksimal.
“Saya memberikan tanggung jawab penuh kepada Pansus. Kalau ada yang lambat, saya akan tegur supaya tetap berjalan, karena masyarakat di sini menginginkan suasana aman dan damai agar bisa mencari makan dengan baik seperti masyarakat di tempat lain,” katanya.
Primus juga meminta masyarakat agar informasi yang diperoleh dari pertemuan tersebut disampaikan dengan benar tanpa ditambah maupun dikurangi agar tidak menimbulkan ketakutan atau opini lain di masyarakat.
“Apa yang disampaikan di sini tolong diteruskan dengan baik kepada saudara-saudara yang lain, jangan ditambah dan jangan dikurangi supaya tidak menimbulkan ketakutan ataupun opini lain,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Pansus Tapal Batas DPRK Mimika, Dominggus Kapiyau, mengatakan kehadiran tim pansus di Kampung Uta bertujuan untuk mendengar langsung informasi dari masyarakat terkait persoalan tapal batas.
Ia menjelaskan, selama ini pihaknya baru menerima informasi melalui berbagai pemberitaan dan laporan, sehingga diperlukan keterangan langsung dari masyarakat sebagai bahan dasar pansus dalam bekerja.
“Kami datang untuk melihat, mendengar, dan menerima informasi secara langsung dari masyarakat. Informasi itu akan menjadi dasar bagi kami dalam menjalankan tugas pansus,” ujarnya.
Dominggus berharap masyarakat, tokoh adat, kepala kampung, dan semua pihak dapat memberikan informasi secara terbuka tanpa menyembunyikan hal-hal penting yang berkaitan dengan persoalan tapal batas.
“Diharapkan masyarakat tidak menyembunyikan sesuatu, tetapi memberikan informasi sebanyak-banyaknya kepada kami. Semua informasi akan kami input dan lakukan pengecekan kembali,” katanya.
Ia juga menyampaikan bahwa tim pansus belum bisa membuka seluruh informasi kepada publik karena masih dalam tahap pertimbangan dan pendalaman.
“Banyak media meminta informasi, tetapi kami belum bisa mengekspos semuanya karena masih ada pertimbangan-pertimbangan yang harus dilakukan,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Dominggus turut memperkenalkan dirinya sebagai anak dari almarhum Yohanes Kapiyau yang dikenal sebagai tokoh masyarakat dan pejuang Pepera di wilayah Mimika.















