Mimika

Ekspor Konsentrat dari Timika ke Luar Negeri Resmi Berhenti, Seluruh Pengiriman Dialihkan ke Dalam Negeri 

×

Ekspor Konsentrat dari Timika ke Luar Negeri Resmi Berhenti, Seluruh Pengiriman Dialihkan ke Dalam Negeri 

Sebarkan artikel ini
Kepala Kantor Bea Cukai Timika, Yudi Amirullah, saat di wawancarai (Foto: Nando/ Torangbisa.com).

Timika, Torangbisa.com – Bea Cukai Timika memastikan aktivitas ekspor konsentrat dari Timika ke luar negeri telah resmi berhenti sejak berakhirnya izin ekspor pada 16 September 2025.

Kini seluruh pengiriman konsentrat dialihkan ke dalam negeri, khususnya menuju fasilitas pengolahan atau smelter di Gresik, Jawa Timur.

Kepala Kantor Bea Cukai Timika, Yudi Amirullah, mengatakan pengiriman terakhir konsentrat ke luar negeri dilakukan pada 6 Januari 2025.

Setelah itu, seluruh distribusi diarahkan ke dalam negeri sesuai kebijakan pemerintah pusat terkait hilirisasi industri pertambangan.

“Terakhir ekspor yang dikirim ke luar negeri itu tanggal 6 Januari 2025. Setelah itu seluruh konsentrat dikirim ke dalam negeri karena persetujuan ekspor sudah berakhir pada 16 September 2025,” ujar Yudi saat memberikan keterangan kepada awak media di Kantor Bea Cukai Timika, Kamis (07/05/2026).

Menurutnya, saat ini Bea Cukai Timika masih melakukan pengawasan terhadap arus pengiriman konsentrat menuju Gresik.

Namun pengawasan yang dilakukan masih bersifat administratif dan pemantauan distribusi barang.

“Kalau dari kami sementara ini memang hanya memantau posisi dan jumlah pengiriman saja. Kami belum punya kewenangan lebih jauh terkait kebijakan pengelolaan konsentrat itu,” jelasnya.

Yudi menegaskan, penghentian ekspor konsentrat ke luar negeri merupakan bagian dari kebijakan nasional dalam mendorong pengolahan hasil tambang di dalam negeri melalui pembangunan smelter dan industri hilirisasi.

Dengan dialihkannya seluruh pengiriman ke fasilitas pengolahan domestik, pemerintah berharap nilai tambah sumber daya alam dapat dinikmati lebih besar di dalam negeri, sekaligus memperkuat industri pengolahan nasional.