Mimika

Lurah Kebun Sirih Akui Keterbatasan, Ajak Warga Aktifkan Jumat Bersih

×

Lurah Kebun Sirih Akui Keterbatasan, Ajak Warga Aktifkan Jumat Bersih

Sebarkan artikel ini
Lurah Kebun Sirih, Faustina E. Suryanti, sesi foto bersama usai pertemuan bersama warga Kelurahan Kebun Sirih (Foto: Yani/ Torangbisa.com). 

Timika, Torangbisa.com – Lurah Kebun Sirih, Faustina E. Suryanti, mengakui keterbatasan tenaga dalam menangani persoalan kebersihan di wilayahnya dan mengajak warga untuk kembali mengaktifkan program Jumat Bersih.

Dalam pertemuan bersama warga yang berlangsung di belakang Bengkel Surabaya Motor, Sabtu (25/04/2026), Lurah Kebun Sirih, Faustina E. Suryanti, menyampaikan bahwa pihak kelurahan selama ini telah berupaya maksimal menjaga kebersihan lingkungan meskipun menghadapi berbagai keterbatasan.

Ia menjelaskan bahwa luasnya wilayah Kebun Sirih serta kurangnya dukungan dari RT sebelumnya membuat penanganan sampah tidak bisa dilakukan secara optimal.

Akibatnya, petugas kelurahan sering turun langsung ke lapangan untuk membersihkan titik-titik yang mengalami penumpukan sampah.

Bahkan, kata dia, pihak kelurahan juga turut membersihkan aliran sungai yang sebenarnya menjadi tanggung jawab Dinas Pekerjaan Umum (PU).

“Kami tetap turun karena ini wilayah kita, walaupun sebenarnya itu kewenangan PU,” ujarnya.

Faustina menegaskan bahwa persoalan kebersihan tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah kelurahan. Ia mengajak masyarakat untuk berperan aktif melalui program Jumat Bersih yang akan kembali dijalankan secara rutin setiap minggu.

Menurutnya, program tersebut harus dimulai dari inisiatif keluarga dan lingkungan masing-masing, dengan melibatkan RT sebagai penggerak di lapangan.

“Kami berharap setiap wilayah melaporkan kegiatan Jumat Bersih, sehingga kebersihan bisa terjaga bersama,” tambahnya.

Meski memiliki keterbatasan staf, pihak kelurahan tetap berkomitmen untuk mendorong budaya gotong royong demi menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat di Kebun Sirih.

Mimika

Timika, Torangbisa.com – Bupati Mimika Johannes Rettob menegaskan bahwa berbagai persoalan lingkungan di daerahnya, mulai dari sampah hingga saluran pembuangan, tidak lepas dari perilaku masyarakat, di tengah rencana pembangunan ruang terbuka hijau (RTH) yang segera direalisasikan tahun ini.