Timika, Torangbisa.com – Gedung PAUD Merah Putih Kampung Nawaripi, Distrik Wania diresmikan pada Rabu 8 April 2026 oleh Bunda PAUD Kabupaten Mimika, Ny Susi Rettob.
Peresmian ditandai dengan pengguntingan pita okeh Bunda PAUD, PLt Kabid Paud/ TK Dinas Pendidikan, dan Perwakilan dari Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah.
Dikatakannya, gedung PAUD Merah Putih dibangun menggunakan Dana Desa Tahun Anggaran 2025 sebagai bentuk komitmen pemerintah kampung dalam menghadirkan layanan pendidikan anak usia dini bagi masyarakat.
Dikatakannya, pembangunan PAUD ini merupakan hasil kerja keras Pemerintah Kampung Nawaripi dalam memenuhi kebutuhan pendidikan usia dini bagi anak-anak di wilayah Nawaripi.
“Sekarang sudah tersedia lahan dan dua ruang belajar. Ini langkah awal yang sangat baik untuk pengembangan pendidikan anak usia dini di kampung ini,” ujarnya.
Lebih lanjut, keberadaan PAUD saat ini sangat penting sejalan dengan program pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan yang mendorong wajib belajar 13 tahun.
Ny. Suzi juga mendorong Pemerintah Kampung Nawaripi untuk segera mengurus izin operasional PAUD ke Dinas Pendidikan, mengingat selama ini masih menumpang izin pada Balai Latihan Kerja (BLK) Merah Putih setempat.
Sebagai Bunda PAUD, dirinya pun komitmen untuk terus mendorong pembukaan PAUD di wilayah-wilayah yang belum memiliki fasilitas serupa.
“Meski gedung telah tersedia dan dilengkapi perpustakaan serta taman bacaan, namun masih terdapat kekurangan sarana dan prasarana yang perlu dilengkapi,” terangnya.
Oleh karena itu, dirinya berharap, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah dapat membantu menyediakan buku-buku bergambar guna meningkatkan minat baca dan tulis menulis anak-anak.
Sementara itu, Kepala Kampung Nawaripi, Nobertus Ditubun mengatakan, selama menjabat sebagai Kepala Kampung ia memang fokus untuk masalah pendidikan.
Dikatakannya, untuk membangun gedung PAUD Merah Putih Kampung Nawaripi ini tidaklah mudah. Sebab pihaknya harus meminjam tempat.
“Tetapi saya berpikir setelah saya tidak menjabat Kepala Kampung bagaimana anak-anak ini. Untuk itu dalam Musrenbang saya usulkan untuk pembebasan tanah. Jadi tanah ini kami beli menggunakan Dana Desa yang nantinya ini adalah aset Kampung Nawaripi,” jelasnya.
Norman mengakui, di PAUD Merah Putih terdapat lima guru yang telah berhasil mengirim sebanyak 80 anak ke tingkat SD.
“Sekarang ini terdapat 32 anak PAUD. Jika tahun ini mereka tamat maka total anak yang telah dikirim untuk ke tingkat SD berjumlah 100 lebih anak. Ini semua berkat doa dan dukungan aparat dan masyarakat Kampung Nawaripi,” ujarnya.

















