Olahraga

LLS Jayapura “Serbu” Kuala Timika, Lari 5K Jadi Awal Pembentukan Komunitas Runner Lokal

×

LLS Jayapura “Serbu” Kuala Timika, Lari 5K Jadi Awal Pembentukan Komunitas Runner Lokal

Sebarkan artikel ini
Ketua LLS Papua, Anthonius Mathius Ayorbaba, S.H., M.Si, melakukan sesi foto (foto: Nando/ Torangbisa.com)

Timika, Torangbisa.com – Suasana penuh semangat, tawa, dan kebersamaan mewarnai kegiatan lari santai sejauh 5 kilometer di rute Kuala, Minggu (29/3/2026). Kehadiran komunitas Lelarian Sana Sini Papua (LLS) dari Jayapura menjadi magnet tersendiri bagi para runner di Timika.

Kegiatan ini bukan sekadar olahraga, melainkan momentum penting untuk memperkenalkan LLS sekaligus mendorong terbentuknya komunitas serupa di Timika.

Ads
Iklan ini dibuat oleh admin torangbisa

Rombongan dari Jayapura dipimpin langsung oleh Ketua LLS Papua, Anthonius Mathius Ayorbaba, yang turut didampingi stafnya sekaligus sesama runner, Imanuel H. Yefun.

Dalam kesempatan tersebut, Anthonius menyampaikan bahwa kunjungan mereka bertujuan mempererat silaturahmi antar komunitas lari di Papua, sekaligus menikmati pesona alam Timika.

“Selain untuk lari bersama, kami ingin membangun kebersamaan dan memperkenalkan LLS di Timika agar ke depan bisa terbentuk komunitas yang solid,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, ide kegiatan ini muncul secara spontan dari obrolan internal komunitas, namun langsung diwujudkan. Pengalaman berlari di Timika pun disebutnya memberikan kesan tersendiri.

“Cuacanya sejuk dan pemandangannya sangat indah, terutama di rute Kuala. Ini pengalaman yang menyenangkan,” tambahnya.

Dari pihak tuan rumah, runner Timika yang akrab disapa Kk Elly mengaku antusiasme peserta sangat tinggi. Ia menyebut, ini menjadi pengalaman pertama bagi komunitas lokal untuk berlari bersama komunitas dari luar daerah.

“Teman-teman sangat senang. Biasanya kami lari bareng seminggu sekali, tapi ini pertama kalinya dengan komunitas luar,” ungkapnya.

Rute Timika–Kuala dinilai menjadi pilihan menarik karena memadukan keindahan alam dengan tantangan yang memacu adrenalin. Menurutnya, kegiatan seperti ini efektif mempererat hubungan antar komunitas di Papua.

“Olahraga seperti lari ini bisa menyatukan kita semua,” katanya.

Tak hanya serius berlari, kegiatan ini juga diwarnai momen santai penuh canda, salah satunya ketika seorang peserta sempat tertinggal dan harus berlari sendiri mengejar rombongan, yang justru menjadi bahan tawa bersama.

Dalam suasana keakraban tersebut, para peserta sepakat bahwa kebersamaan jauh lebih penting dibanding sekadar mencapai target jarak tempuh.

Ke depan, LLS Jayapura membuka peluang kunjungan balasan bagi komunitas Timika untuk berlari bersama di Jayapura. Selain itu, rencana event lari bersama pada April mendatang juga mulai digagas.

Menutup kegiatan, pesan motivasi pun disampaikan kepada generasi muda Timika agar mulai aktif berolahraga.

“Mulai saja dulu, jangan ragu. Lari itu menyenangkan, menyehatkan, dan bisa menambah teman baru,” tutupnya.