MimikaPemerintahan

Setahun Kepemimpinan Rettob-Kemong, Dari IPM hingga Ekonomi, Pemkab Mimika Beberkan Hasil Kerja Setahun ke Publik

×

Setahun Kepemimpinan Rettob-Kemong, Dari IPM hingga Ekonomi, Pemkab Mimika Beberkan Hasil Kerja Setahun ke Publik

Sebarkan artikel ini
Bupati Johanes Rettob Dan Wakil Bupati Emanuel Kemong Paparkan Capaian Pembangunan di Gedung Eme Neme Yauware (Foto: Yani/ Torangbisa.com)

Timika, Torangbisa.com – Untuk pertama kalinya, Pemerintah Kabupaten Mimika membuka secara terang benderang capaian pembangunan selama satu tahun kepada publik, sebuah langkah yang menegaskan bahwa kinerja pemerintah tak lagi cukup disampaikan di balik meja, tetapi harus diuji di ruang terbuka.

Di hadapan masyarakat, Bupati Mimika Johannes Rettob bersama Wakil Bupati Emanuel Kemong memaparkan langsung hasil kerja mereka di Graha Eme Neme Yauware, Rabu (25/3).

Ads
Iklan ini dibuat oleh admin torangbisa

Paparan ini bukan sekadar laporan seremonial, tetapi upaya mengukur sejauh mana janji politik diterjemahkan menjadi hasil nyata.

Rettob menegaskan, pembangunan tidak boleh lagi diukur dengan retorika, melainkan indikator konkret, peningkatan indeks pembangunan manusia, pertumbuhan ekonomi, kenaikan PDRB, penurunan pengangguran dan kemiskinan, inflasi terkendali, hingga perbaikan kualitas hidup masyarakat.

Untuk mengejar target tersebut, pemerintah menggenjot pembangunan di sektor strategis mulai dari infrastruktur, pendidikan, kesehatan, hingga pembenahan birokrasi. Layanan publik pun juga didorong lebih modern melalui Mal Pelayanan Publik, Mimika Center, dan konsep Smart City.

Di sektor pendidikan, angka partisipasi meningkat, program afirmasi bagi Orang Asli Papua diperluas, dan berbagai intervensi seperti sekolah asrama, makan bergizi, hingga pendidikan gratis dijalankan.

Namun, persoalan klasik seperti distribusi guru yang belum merata masih menjadi pekerjaan rumah.

Sementara di sektor kesehatan, capaian Universal Health Coverage melampaui 100 persen indikasi akses layanan kesehatan makin luas.

Di sisi lain, penanganan stunting menunjukkan hasil dengan penurunan sekitar 5 persen, meski tantangan gizi dan sanitasi belum sepenuhnya teratasi.

Di bidang ekonomi, pemerintah mengklaim keberhasilan menekan pengangguran secara signifikan serta menjaga inflasi tetap rendah. Produksi pangan dan perikanan bahkan mencatat surplus dan menembus pasar ekspor.

Namun, penguatan UMKM dan pemerataan ekonomi tetap menjadi kunci agar pertumbuhan tidak hanya terkonsentrasi di pusat kota.

Pembangunan infrastruktur terus dikebut, termasuk konektivitas wilayah melalui transportasi udara dan laut. Lonjakan jumlah penerbangan dan penumpang menjadi indikator meningkatnya mobilitas, sekaligus sinyal geliat ekonomi daerah.

Di sisi birokrasi, reformasi mulai diarahkan pada sistem merit dan digitalisasi layanan. Sejumlah penghargaan nasional diraih, tetapi tantangan utama tetap pada konsistensi pelayanan di lapangan.

Memasuki 2026, fokus pembangunan diarahkan pada peningkatan kualitas layanan dasar dan penguatan ekonomi berbasis potensi lokal.

“Kerja belum selesai. Yang kita kejar bukan sekadar capaian angka, tapi dampak nyata bagi masyarakat,” tegas Rettob.