Timika, Torangbisa.com – Pemerintah Kabupaten Mimika didesak segera membentuk perusahaan daerah (Perusda) guna menampung hasil tambang masyarakat, khususnya emas, menyusul meningkatnya jumlah pendulang dan sulitnya akses penjualan.
Hal itu disampaikannya Ketua Lembaga Musyawarah Adat Suku Kamoro (Lemasko) Gergorius Okoare saat diwawancarai awak media di Eme Neme Yauware, Rabu (25/03/2026).
Menurut Gerry Okoare sapaan Ketua Lemasko, kehadiran Perusda sangat penting untuk menjawab persoalan klasik yang dihadapi masyarakat, yakni sulitnya menjual hasil tambang meski produksi emas meningkat.
“Dengan adanya Perusda, pemerintah bisa langsung membeli hasil masyarakat. Ini penting supaya pendulang tidak kesulitan menjual emas mereka,” ujarnya.
Ia menilai saat ini terjadi ketimpangan antara ketersediaan emas dan peredaran uang di masyarakat. Produksi emas meningkat, namun daya beli atau ketersediaan uang justru terbatas.
“Emas sekarang banyak, tapi uang yang kurang. Pemerintah harus ambil sikap. Kalau emas dibeli, itu bisa jadi aset dan pemasukan daerah juga,” tegasnya.
Gerry juga mengungkapkan bahwa jumlah pendulang di Mimika terus bertambah signifikan, bahkan mencapai puluhan ribu orang. Kondisi ini menunjukkan tingginya ketergantungan masyarakat terhadap aktivitas pendulangan sebagai sumber penghasilan utama.
“Pendulang sekarang luar biasa banyak. Mereka butuh kepastian bahwa hasilnya bisa terjual,” katanya.
Selain itu, ia menyoroti tingginya harga emas yang seharusnya menjadi peluang bagi masyarakat untuk meningkatkan ekonomi.
Namun, tanpa dukungan sistem pembelian yang jelas, manfaat tersebut tidak dirasakan secara optimal.
Gerry juga menyinggung adanya dugaan hambatan dalam proses transaksi emas, yang menurut informasi di lapangan berkaitan dengan pembatasan dari pihak tertentu.
Meski demikian, ia berharap pemerintah dapat segera mengambil peran untuk memastikan aktivitas ekonomi masyarakat berjalan lancar.
Ia menegaskan bahwa pembentukan Perusda bukan hanya solusi jangka pendek, tetapi juga langkah strategis untuk memperkuat ekonomi daerah berbasis sumber daya lokal.
“Kita harus dorong ini cepat. Jangan sampai masyarakat terus dirugikan. Pemerintah harus hadir untuk lindungi dan bantu rakyatnya,” pungkasnya.
















