Timika, Torangbisa.com – Wakil Ketua I Lemasko Bidang Hubungan Pemerintah dan Masyarakat, Marianus Maknaipeku, menyampaikan sikap tegas lembaganya terkait beredarnya undangan pertemuan masyarakat terkait persoalan Kapiraya yang rencananya digelar di Nabire pada 16 April 2026.
Dalam pernyataannya pada Senin (14/4/2026), Marianus menegaskan bahwa Lemasko meminta agar rencana pertemuan tersebut untuk sementara dihentikan atau ditunda.
Hal ini dikarenakan proses penyelesaian persoalan, khususnya terkait batas wilayah, masih berjalan melalui tim harmonisasi yang telah dibentuk beberapa bulan lalu.
Menurutnya, tim harmonisasi yang dibentuk di Hotel Grand Tembaga telah bekerja dan difasilitasi oleh pemerintah untuk mengumpulkan data autentik dari masing-masing masyarakat adat.
Bahkan, aparat keamanan bersama pemerintah daerah, termasuk Bupati, Wakil Bupati, dan Forkopimda, telah turun langsung ke lapangan untuk memastikan kondisi serta mengamati wilayah yang menjadi pembahasan.
“Data yang dikumpulkan ini harus menjadi dasar dalam menentukan tapal batas, bukan dengan menggelar pertemuan baru di Nabire,” tegas Marianus.
Ia juga mengungkapkan adanya keberatan dari masyarakat, khususnya tim administrasi dan tokoh-tokoh setempat, yang merasa belum dilibatkan secara menyeluruh dalam pembahasan, namun undangan pertemuan baru sudah kembali beredar.
“Masyarakat kami mempertanyakan, kenapa belum duduk bersama untuk membahas hasil yang sudah ada, tetapi sudah ada undangan lagi ke Nabire. Ini yang membuat kami sangat keberatan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Marianus menekankan bahwa hasil pertemuan sebelumnya di Hotel Grand Tembaga seharusnya menjadi titik akhir sekaligus dasar pengambilan keputusan.
Ia meminta agar semua pihak, termasuk pihak terkait lainnya, duduk bersama untuk membahas hasil tersebut sebelum melangkah ke tahapan berikutnya.
Lemasko juga berharap pemerintah daerah dapat mengambil peran lebih aktif dengan memfasilitasi pertemuan lanjutan secara resmi, bahkan melibatkan Gubernur untuk menyelesaikan persoalan ini secara menyeluruh dan adil.
“Kami harap undangan tanggal 16 itu bisa ditunda. Mari kita duduk bersama, bahas hasil yang sudah ada, dan selesaikan ini dengan baik,” tutupnya.















